Beranda > Celoteh > Tak Terasa..

Tak Terasa..

FuturePowerTak terasa hari ini sudah Jum’at lagi, padahal sepertinya baru kemarin saya memulai aktifitas saya, sekarang sudah ketemu Jum’at lagi, ketemu weekend lagi.

Seperti itu juga mungkin umur manusia, berlalu dengan sangat cepat, tak terasa, sudah sekian lama bekerja, tak terasa sekian lama ngeblog dll..dll..

Mungkin terlalu keasyikan dengan segala macem pernik aktifitas, sehingga terkadang melupakan banyak hal yang penting dalam hidup, masa depan.

Memang tak ada yang pernah tau akan seperti apa masa depan, tapi segala sesuatu yang akan dituai di masa depan, telah dan sedang ditanam di masa ini.

Jika saya lihat sekeliling saya, tak terasa hanya sedikit saja yang sempat saya simpan dari jerih payah saya di masa lalu selain kenangan dan bertambahnya umur.. . (mo jadi apa nanti???)

Sebuah perenungan membawa saya kepada pola pikir petani (embah-embah saya) jaman dulu, saat panen melimpah, ada sebagian dari hasil panen tersimpan di lumbung, sengaja disiapkan untuk menghadapi masa paceklik di masa depan (yang tidak bisa dipastikan).

Untuk saya, karena bukan petani, apa yang bisa saya panen saat ini adalah pendapatan dari gaji saya setiap bulannya. Tak banyak, tak melimpah, tapi jika itu tak saya sisihkan dalam lumbung saya, bagaimana saya dan keluarga akan dapat bertahan menghadapi masa paceklik nanti?

(mungkin tak harus menunggu nanti, sekarang inilah masa paceklik itu, BBM naik, segala sesuatu mungkin juga akan ikut naik harganya, lebih-lebih biaya kesehatan dan pendidikan).

Meski sedikit terlambat, saya pastikan mulai bulan ini dan seterusnya saya bangun ’lumbung padi’ saya.

(nyesel kenapa ngga dari dulu saat pertama mulai bekerja dan berpengasilan? seandainya dari dulu, mungkin lumbung saya sudah terisi cukup banyak ).

Bagaimana dengan anda?

*mencanangkan program pribadi : “berhemat & menabung (investasi)” serta sedikit menurunkan gaya hidup.

gambar dari sini

Categories: Celoteh Tag:
  1. Mei 9, 2008 pukul 10:23 am | #1

    penyesalan datang belakangan

    aku harusmempersiapkan kehidupan
    tak hanya masa depn di dunia
    tapi juga di akherat

  2. IndahJuli
    Mei 9, 2008 pukul 10:52 am | #2

    lebih terlambat daripada tidak sama sekali :)
    Ayo menabung !

  3. Mei 9, 2008 pukul 11:11 am | #3

    memang sekarang harus lebih berhemat…

  4. Mei 9, 2008 pukul 11:35 am | #4

    benar..menabung dan investasi
    palagi inflasi sekarang gila-gilaan :D

  5. Mei 9, 2008 pukul 12:40 pm | #5

    # achoey sang khilaf : iya kang, nyesel kenapa baru nyadar sekarang, mudah2an belum terlampau terlambat semuanya. :D

    # IndahJuli : Sepakat mbak, kalo memulai akan jauh lebih terlambat :D

    # itikkecil : iya mbak, biar lebih hemat daripada saya beli laptop mending minjem dari mbak Ira saja gimana? :mrgreen:

    # wennyaulia : sepertinya mbak wenny ahli keuangan nih, bisa mohon petunjuk? :D

  6. Mei 9, 2008 pukul 12:58 pm | #6

    wew, mas iki postingan terinspirasi hasil chatting td bukan??? :P

  7. Mei 9, 2008 pukul 12:59 pm | #7

    masa depan haruslah direncanakan agar sampai pada sasarannya…

  8. Mei 9, 2008 pukul 1:00 pm | #8

    sekali lagi ah..
    nanggung klo gak hetrixxx :mrgreen:

  9. Mei 9, 2008 pukul 1:13 pm | #9

    bung…bung…ayo kita nabung. hehe

  10. Mei 9, 2008 pukul 1:26 pm | #10

    jd inget kt Purdi E Chandra milydr jogja yg punya primagama, karyawan (kuadran E dr cashflow kuadrane mas Robert T Kysk) itu sulit untuk akrab sama duit, lha ketemunya ama duit sebulan sekali,:D itupun setelah ketemu harus setor ke Bussines owner alias istri :sad:

    jadi pengusaha Boss, nanem pepaya california yuk, apa nanem jati emas. nah kalau nanem2 ini yg jago mzhangga.
    atau kita bikin mie duda, buat nyaingin kang achoey.

    yg tidak kalah penting, masa depan yg paling depan ya Boss. yaitu jd penumpang Al-jenazah Airlines.

  11. Mei 9, 2008 pukul 1:34 pm | #11

    # hanggadamai : lho apa iya sih Hang? :mrgreen:

    # hanggadamai (lagi) : iyalah masa iya mo ngalir kayak air got? :D

    # hanggadamai (hetrik..halah!) : mo ampe 10x juga boleh koq :mrgreen:

    # ayaelectro : hal kecil yang mungkin udah terlupakan ya? :cry:

    # trijokobs : wah betul sekali mas Tri, makanya biar jadi akrab sama duit, saya siapkan ‘lumbung’ untuk menyimpannya, biar kelak saat jadi penumpang Al-Jenasah ngga ngerepotin keluarga :D
    wah boleh juga tuh idenya, tapi di sini ngga ada lahan kosong je, udah jadi beton semua :sad:
    bikin mie duda? boleh juga sepertinya :D

  12. Mei 9, 2008 pukul 1:34 pm | #12

    Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Sehari selembar benang lama-lama jadi kain. Bukankah begitu?

  13. Mei 9, 2008 pukul 1:36 pm | #13

    tak terasa ada lagunya lho boss..

    Tak terasa, lewat depan rumahmu,
    kumelihat ada tenda biru… :mrgreen:

  14. Mei 9, 2008 pukul 2:15 pm | #14

    cepetan realisasikan lumbungnya, Bro…
    mungkin bukan kita yang perlu “padi” itu, bisa juga untuk Stesha…

  15. Mei 9, 2008 pukul 2:20 pm | #15

    saya udah mulai bikin lumbung padi sejak dulu tu mas… tapi tetep aja tergerogoti :D yah saya cuma bisa berpikir… untung saya sempet membangun… kalo engga..?

  16. Mei 9, 2008 pukul 3:14 pm | #16

    # gajahkurus : betul om gajah, tapi kadang karena selembar benang itu terlalu sedikit seringkali diabaikan, begitu udah jadi selembar kain baru diributkan :D

    # trijokobs : :mrgreen:
    *mengiringi dengan kecrekan*

    # n0vri : siap boss, memang seharusnya begitu, ortu yang bikin lumbung, anak yang menikmati padinya :D

    # carra : wah sepertinya lumbungnya kurang aman tuh mbak? dibawah kasur ya? :mrgreen:

  17. Mei 9, 2008 pukul 3:51 pm | #17

    wah, salut bung hari, saya kok malah belum kepikiran bikin “lumbung padi”, hiks. sungguh tak ter-manage dg baik. memang ada bagusnya kita memikirkan masa depan kita, apalagi anak2 sudah pasti makin bertambah usianya, makin banyak kebutuhannya, untuk bisaya hidup, sekolah, dsb. yang pasti makin banyak kebutuhan yang sering tak terduga. *kepingin juga utk membangun “lumbung padi”*

  18. wku
    Mei 9, 2008 pukul 4:23 pm | #18

    pengennya mau jadi tikus di lumbung padi sampeyan… heheh…

  19. SQ
    Mei 9, 2008 pukul 7:06 pm | #19

    menabung? so pasti, tapi saya yakin kok mas/pak Hari, rezeki manusia sudah pasti dicukupi oleh tuhan…

  20. Mei 9, 2008 pukul 7:22 pm | #20

    # Sawali Tuhusetya : wah masa sih pak guru belum kepikiran?
    tapi memang posting ini sebetulnya wujud kekuatiran saya sebagai pasangan muda tentang masa depan, biaya pendidikan & kesehatan yang semakin lama semakin mahal, jika kami tak peduli dengan itu bagaimana masa depan anak-anak kami nanti?
    So mungkin akan sangat baik sama-sama memulai dari sekarang, nggih to pak guru?

    # wku : weks, lumbung saya dilengkapi kamera cctv lho, semua tikus pasti langsung ketauan :mrgreen:

    *nyiapin perangkap + racun tikus juga :mrgreen: *

    # SQ : anda bener mas, tapi tuhan toh bukan mesin ATM yang bisa kita ‘gesek’ tiap kali kita butuh, jadi apa yang didapat saat ini tetep mesti disisihkan untuk ‘masa paceklik’ (kebutuhan mendadak) di masa depan, bagaimana setuju?

    *oia, saya masih belum terlalu tua koq, masih layak dipanggil mas :D

  21. Mei 9, 2008 pukul 10:36 pm | #21

    Menabung mesti dipaksakan, walaupun gaji kecil….anggap saja seperti halnya pemotongan pajak penghasilan, dan dibuatkan rekening terpisah.

  22. Mei 9, 2008 pukul 11:42 pm | #22

    # edratna : iya bu, memang harus begitu, kalo nunggu gaji gede *kapan gedenya??* malah ngga akan pernah nabung. (sayangnya saya pernah ditolak waktu bikin rekening baru di salah satu bank, alesannya satu saja sudah cukup, nanti bayar pajaknya -sekitar 20rb- susah :cry: )

  23. Mei 10, 2008 pukul 6:23 am | #23

    > baca postingan
    > manggut2 *tnd ngerti*
    > buka rekening BANK
    > nabung

    hehehe … :mrgreen:

  24. Mei 12, 2008 pukul 5:32 pm | #24

    Yup..
    mank musti nabung dari sekarang..
    coz klo gx dari sekarang kapan lagi…
    Qta gx tw apa yang bakal terjadi di masa depan nanti :)

  25. Mei 13, 2008 pukul 10:47 am | #25

    setuju banget tuh mas Hari. tapi kalau aku yo kudu dipeksake mas. Kalau tidak dipaksa kagak bisa. Gaji selalu kurang ae, gak ana lebihnya.

  26. Mei 13, 2008 pukul 12:58 pm | #26

    # masmoemet : wah, nabung di bank? pasti duitnya banyak nih :mrgreen:
    Soalnya nabng di BCA aja baru dapet bunga kalo saldo diatas 2jt.

    # Lsya_Riani : yup, begitulah seharusnya, jangan tunggu anak mo masuk sekolah baru grabak-grubuk nyari utangan :cry:
    Eh tapi sebetulnya masa depan itu udah bisa diketahui dari sekarang koq, yaitu kelak akan nikah (buat yg belum), punya anak dan butuh biaya banyak untuk anak2nya. Yang masih ngga pasti itu, berapa pendapatan kita di masa depan. :)

    # FraterTelo : iya, dari bulan kemarin saya sudah memaksakan diri koq, bahkan sekaligus dua rekening, buat saya untuk dana pensiun dan buat Stesha untuk biaya pendidikan dia kelak.
    Iyo ter, selam ini saya juga mikir gitu, tapi sebetulnya yang terlalu kecil gajinya apa kebutuhan hidup yang tidak terkontrol ya?

  27. Mei 13, 2008 pukul 1:15 pm | #27

    yang mahal itu bukan biaya hidup, tapi gaya hidup…

  28. Mei 14, 2008 pukul 10:07 am | #28

    # koko : bener banget mas koko, memang itu yang bikin berapapun penghasilan tetap pernah cukup :D

  1. Belum ada trackback.