Juli 19, 2008
Hari ini setahun yang lalu…
Saya dan mamanya Stesha duduk diam di ruang tunggu ICU sebuah rumah sakit di RawaLumbu Bekasi. Steven putra pertama kami tergolek tak berdaya di ruang ICU…
Jam 6 pagi, suster memanggil kami, sepertinya ada berita buruk yg hendak disampaikan..
Ternyata benar.. Katanya beberapa menit yang lalu, denyut jantung Jagoan kami itu menghilang. Beberapa cara telah dilakukan, tak banyak membantu..
Berikutnya, secara medis dokter memutuskan “Steven telah dipanggil Sang Pencipta.”
….
Duka dan Air mata dan setumpuk penyesalan berbaur…
“Saya gagal menjadi Papa..” “Kami gagal menjadi orang tua.”
….
Tapi kenapa tak nampak duka di wajah Jagoan saya yang terbaring kaku itu? Hanya wajah damai layaknya tidur pulas, tidur panjang di kedamaian surga….
Tak layak jika kepergiannya ditangisi, dia sudah pergi dalam damai Tuhan…
Selamat Jalan Stevenku..pergilah dengan tenang anakku, papa & mama selalu akan mencintaimu..
***sebuah kenangan: Steven Hasell 17 Januari 2006 - 19 juli 2007***


Sebetulnya sudah cukup lama mamanya Stesha kepengin di beliin hp. Ngga usah yang mahal, asal bisa nelpon dan SMS juga udah cukup. Tapi karena ada saja kebutuhan, terpaksa keinginan itu mesti tertunda. (Menyedihkan sekali ya, bahkan hp paket murah meriah dua ratusan ribu saja nyaris tidak terbeli
Saat saya lihat pertama kali, rasanya biasa saja, seperti umumnya mainan murah, agak kurang bagus plastiknya dan biasanya gampang sekali rusak. 
Afgan, rasanya bukan nama yang asing di blantika musik Indonesia. Selain tampangnya, saya yakin banget kalo lagunya pasti banyak yang suka dan bukan sekali dua kali saya mendengar ada orang yang menyenandungkan lagunya (meski ngga utuh karena toh ngga harus utuh kalo hanya sekedar bersenandung kecil, kalo utuh nyanyinya ya mending sekalian ngamen atau ikutan acara Idol saja di tipi
Selama kurang lebih 10 tahun merantau di Jakarta (Bekasi sebetulnya di luar Jakarta, tapi karena jaraknya tak begitu jauh, terkadang orang tetep menyebutnya Jakarta juga
Cara masaknya unik banget, beras (sepertinya direndam terlebih dulu) dipaparkan merata pada wajan kecil yang sudah agak panas, kemudian ditambahkan telor. Tapi bukan masakannya dibalik seperti menggoreng telor, justru wajannya yang dibalik dan dihadapkan pada bara arang sehingga sisi atas kerak telor juga menjadi matang.




