(Bukan) Sebuah Kebetulan


Awal November mungkin adalah saat-saat terberat dalam hidup saya. Bagaimana tidak, belum genap sepuluh hari Stesha pulang dari rumah sakit, kembali di harus menjalani rawat inap.

Padahal bujet asuransinya sudah habis…

Dan dalam kebingungan itu saya hanya bisa berdoa dan nulis status di Facebook :lol:.

Syukurlah karena ternyata keduanya berguna. Dan bantuan sekedarnya dari teman-teman sekantor mulai berdatangan, bahkan bos saya dan kantor yang ngga biasanya ngasih bantuan, saat itu juga ngasih.

Setelah seminggu, kondisi Stesha mulai kelihatan pulih. Tapi mendekati saat-saat diperboehkan pulang adalah saat yang paling menegangkan, bagaimana tidak, rincian biaya sementaranya saat itu sudah mencapai hampir 8 juta. Sedangkan uang cash yang ada hanya sekitar 4 jutaan, satu-satunya harapan hanyalah berdoa semoga Claim asuransinya dibayar, intinya saya hanya berharap tuhan mencukupkan semua biaya perawatan.

Hari Sabtu siang, saat genap 8 hari, dokter menyatakan kondisi Stesha sudah pulih dan boleh pulang. Dan selanjutnya saya boleh mengurus semua biaya administrasinya. Dan setelah gelisah nungguin proses claim asuransi, ternyata….

Asuransi hanya mengcover biaya kamar dan dokter saja, sisanya harus kami lunasi sendiri, dan totalnya berjumlah 9.2juta. Jika dikurangi dengan semua uang cash yang sudah saya punya, masih kurang sekitar 4juta.

Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah menelpon teman dan saudara. Pertama saya telpon adik saya yang di Samarinda, tapi saat itu yang nerima suaminya sedangkan dia masih diperjalanan pulang.

"Nanti saya telpon lagi mas."

Akhirnya saya coba menghubungi teman yang lain, dan entah kenapa nomor yang saya hubungi adalah nomor teman saya Feddy. Dan tanpa banyak cakap dia bilang ada sejumlah uang yang saya butuhkan, kebetulan dia bawa uang kantor, tapi hari senin mesti dibalikkin. "Yaudah." kata saya, daripada kami ngga bisa pulang hari ini.

"OK, segera ditransfer, tolong di SMSin no rek.mu." kata Feddy.

Sekitar 30menit selanjutnya, Feddy nelpon dia ngga jadi transfer, tapi dia ada di lobby rumah sakit.

Ternyata kedatangan Feddy menjadi benar-benar menjadi berkat, karena ternyata dengan uang tambaha dari Feddy, masih ada sedikit kekurangan biaya lagi, dan tak saya sangka Feddy masih memegang sejumlah uang lagi.

Betapa bersyukurnya saya saat itu, dan saya merasa Feddy adalah seorang malaikat yang dikirimkan tuhan untuk membantu saya.

Selesai urusan administrasi rumah sakit, adik saya telpon dan mengatakan bahwa dia dan suaminya masih ada sedikit uang yang bisa kami pakai. Tapi karena semua urusan sudah beres, saya minta ditransfer besok saja, saat itu dalam benak saya, uang dari adik saya bisa saya pakai untuk mengembalikan uang Feddy hari Senin nanti. Lagipula ternyata saat itu kami sama sekali tak memiliki uang sedikitpun…

Tapi yang pasti, pertolongan Tuhan tak pernah terlambat, selalu tepat pada waktunya.

Minggu paginya, saya merasa sedikit kurang enak badan, jadilah saya hanya tidur-tiduran saja.

Sekitar jam 11 ada SMS dari Feddy yang mengingatkan bahwa jam 1 siang arisan laptop jadi diselenggarakan. Lalu mamanya Stesha juga mengingatkan agar saya segera mandi dan berangkat, barangkali saja nanti kamu yang dapet arisannya pa. Kalo ngga berangkat kan sayang, lagipula sekalian kamu makan enak di restoran.

Sesaat sebelum saya berangkat ada SMS masuk, dari manager keuangan kantor saya, mengabarkan kalo kantor menyediakan bantuan pinjaman uang Rp 5 juta untuk menambahi kekurangan biaya rawat inap Stesha. Dan bisa saya ambil hari Senin.

Thanks God….jadi ada dana cukup untuk mengembalikan uang yang saya pinjam dari Feddy hari senin nanti.

Dan keberuntungan saya sepertinya masih berlanjut, karena pas pengundian arisan laptop, nama saya yang keluar. Namun karena sudah berbentuk laptop dan tidak bisa diuangkan, akhirnya panitia memutuskan untuk melelang laptop tersebut kepada anggota arisan yang lain yang ingin mendapatkan gilirannya saat itu. Jadilah saya memperoleh uang cash Rp 700 ribu dan giliran saya dapat arisan ditunda. Lumayan kan, dapat laptopnya kan masih bisa entar-entar.

Beberapa menit berikutnya adik saya di Samarinda juga mengabarkan kalo uang 2 juta sudah ditransfer ke rekening saya. :grin:

Sekali lagi Thanks God, karena hanya dalam hitungan kurang dari 2 x 24 jam, ternyata saya mendapatkan (pinjaman)uang yang lebih dari cukup untuk melunasi utang saya ke Feddy plus untuk keperluan sehari-hari sampai akhir bulan juga tidak ada masalah.

Kebetulan koq pas semua, rasanya ini bukan sebuah kebetulan tapi Mujizat…

3 hari selanjutnya, uang Claim rawat inap Stesha saat sakit akhir bulan oktober kemarin juga cair. Jadilah dari kondisi yang saya pikir buruk dan saya kira kami akan mengalami masa-masa kesulitan keungan ternyata tidak pernah terjadi. Justru saya malah bisa melunasi salah satu hutang kartu kredit saya juga.

Memang saya masih harus menanggung hutang beberapa juta lagi, tapi karena hutang itu tanpa bunga (hutang ke adik dan kantor) saya masih bisa sedikit ringan mengatur jadwal pembayarannya.

Doakan saja reimburs claim asuransi Stesha selama sakit 8 hari kemarin itu juga tidak masalah dan bisa cair tepat pada waktunya dan saya bisa lunasi utang saya ke adik saya…:grin: :grin:

Oktober Yang Aneh


Bulan Oktober selalu istimewa buat saya, begitupun Oktober tahun 2009 ini.

Bulan ini genap sebulan sudah saya ngantor di Cikarang dan itu berarti sebulan juga saya mondar-mandir naik motor setiap hari dari rumah kontrakan saya di Bekasi Barat. Yang paling menarik adalah sudah berkurang sebulan juga jarak menuju rumah baru :grin:.

Sayangnya, di awal bulan ada sedikit salah perhitungan dan komunikasi dengan pihak akunting kantor saya berkaitan dengan pembayaran DP rumah baru itu, ringkasnya sih bantuan keuangan dari kantor ternyata belum turun sampai saatnya jatuh tempo pembayaran cicilan DP bulan ini. Terpaksa dengan sangat berat sekaligus spekulasi saya coba bayarkan dengan uang yang saya punya. Saya sebut spekulasi karena saya tahu bahwa saya akan mengalami krisis keuangan.

Sialnya, saat-saat krisis itu akan terjadi tepat di hari ulang tahun saya. :cry: :cry:

Beruntungnya sebelum krisisnya terlanjur parah ada rejeki lain yang saya dapat, lumayan untuk sekedar ngajak Stesha & mamanya jalan-jalan dan makan di Mall :grin:.

Namun saat saya pikir semua krisis sudah terlewati dan setidaknya keuangan saya cukup aman untuk sekedar bertahan sampai akhir bulan, ternyata ada lagi masalah baru. Stesha agak rewel selama beberapa hari, dan setelah dibawa ke dokter ternyata kondisinya kesehatannya memang sedikit buruk, dan akhirnya mau tak mau harus rawat inap lagi…:cry: :cry: :cry:

Padahal saat itu saya sedang ada lumayan banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan… :cry:. Buyar semua rasa tenang menantikan gajian bulan depan…

Sudah pasti semua kejadian ini membuat saya merasa kacau.

Satu-satunya yang masih bisa membuat saya harus bersyukur adalah Stesha punya beberapa polis asuransi kesehatan. (Tak terbayangkan seandainya tidak…)

Bapak


Sore ini saya akan kembali plang ke Bekasi, setelah beberapa hari tugas di Yogya dan nginep dua malam di rumah.

Seperti biasanya setiap kali pulang, saya tidur diruang tamu didepan tv. Biasanya bapak tidur di kamarnya sendiri. Entah kenapa dua malam saya tidur di rumah bapak saya ikutan tidur di depan tv, disebelah saya. Di luar kebiasaan…

Mungkin bapak kangen saya

Juga kangen dengan suasana rumah yang rame dengan anak-anaknya. Maklum saja sekarang ini bapak hanya sendirian saja di rumah, Sedangkan kami anak-anaknya sudah menyebar dan berkeluarga. Memang ada yg menemani tapi mungkin rasanya berbeda jika ada anak-anaknya.

Mungkin seperti itu nantinya setiap orang di masa tuanya, sendirian karena anak-anaknya sudah pergi mencari kehidupannya sendiri-sendiri.

Kesepian…

Sebuah kondisi yang menakutkan…

Kapal Othok-Othok


Sekian puluh tahun lalu, saat saya masih kecil, mainan kapal othok-othok (begitu biasa disebut) ini lumayan populer. Biasanya mainan ini hanya ada pada saat menjelang Lebaran. Dijajakan ditengah keramaian pasar malam, dan biasanya selalu menarik perhatian anak-anak, karena bunyinya yang berisik othok…othok…othok…

IMG_0249

Tadi pagi, saat saya menemani mamanya Stesha jalan-jalan ke GOR Bekasi, ternyata ada pedagang yang berjualan kapal othok-othok ini. Harganya hanya Rp 5,000.

Mainan itu masih sama seperti dulu, bentuk, warna dan desainnya.

IMG_0250

Akan bertahan sampai kapan ya mainan sederhana seperti ini???

Sebuah Kebetulan…


Setiap orang pasti punya keinginan, dan setiap orang tentu akan berusaha sekuatnya untuk mewujudkan keinginannya.

Yang saya alami selama ini, kalo dipikir-pikir unik dan lucu, saya engga tahu apakah orang lain mengalami hal yang sama seperti saya,

Saat saya teramat menginginkan sesuatu, terkadang apa yang saya teramat inginkan itu terasa begitu sulitnya terwujud, tapi terkadang saat saya tak begitu mengharapkan memiliki sesuatu saya justru mendapatkan sesuatu.

Sebuah kebetulan dan terasa seperti mimpi di siang bolong.

Dan saya mengalami kejadian seperti ini beberapa kali, kebetulan yang luar biasa sehingga sampai kapanpun saya akan selalu ingat.

Kejadian pertama,

Dulu sekali, saya pernah teramat menginginkan mini compo, Saya masih ingat saya bela-belain menabung dan bahkan nanya-nanya teman yang barangkali bisa mencarikan saya mini compo selundupan di pelabuhan. Tapi berbulan-bulan berlalu dan sepertinya apa yang saya inginkan itu tak juga bisa saya wujudkan.

Lalu, tiba-tiba saja bapak saya mendapat undian door prize di sebuah acara, dan hadiahnya sebuah Mini Compo. Padahal saat itu, saya boleh dibilang sudah berhenti berharap…

Sebuah kebetulan yang manis… Baca lebih lanjut

Indah & Tepat Pada Waktunya..


Bulan agustus ini pengeluaran saya cukup banyak. Maklum saja bulan kemarin Sehabis Stesha pulang dari Rumah sakit, sempat sakit lagi, kena campak.

Mau tidak mau saya harus mengeluarkan dana dobel untuk kontrol sehabis rawat inap plus berobat karena kena campak.

Saat saya nulis ini, Puji Tuhan, Stesha udah sehat.

Tapi……

Keuangan saya ngga bisa dibilang sehat :cry:, baru awal bulan, uang yang tersisa hanya kurang dari Rp 300rb saja. :cry: :cry: :cry:

Awalnya saya masih agak nyante, karena ada beberapa polis asuransi Stesha yang bisa di-reimburs, dan saya pikir akan cepat cairnya, saya bayangkan akan cair dalam 2-3 hari, tapi ternyata prosedur normal pembayaran claim asuransi model reimburs adalah 10 hari kerja atau 2 minggu. :cry: Padahal seingat saya, semua claim baru saya urus pada tanggal 8 Agustus. Jadi kemungkinan akan cair di minggu ke-3 mungkin tanggal 20an. Itupun dengan asumsi bahwa claim asuransinya tidak bermasalah.

Yang bikin mumet, jelas akan ada kekosongan kekuasaan keuangan untuk minggu ke-2 dan mungkin ke -3 juga.

Nggesek kartu kredit, hanya tersisa dana untuk beberapa hari saja…(daripada ngga ada sama sekali, yang ada dimanfaatkan saja dulu, tentu saja dengan dihemat-hemat dan dicukup-cukupkan :lol: untuk makanpun seadanya saja yang penting disyukuri).

Awal minggu ke-3 bulan agustus ini, nyaris setiap hari saya ngechek saldo BCA saya, dan sampai hari kamis, tak ada perubahan apa-apa, saldonya masih tetap Rp 40rb. :cry: Sedang uang yang tersisa di kantong juga tinggal beberapa puluh ribu saja.

Jumat pagi kemarin, saya sempatkan ngechek sekali lagi di klikBCA

Dan saya jadi melonjak kegirangan, saldonya sudah nambah beberapa juta rupiah :grin:. Dan Sabtu pagi ini, iseng saya ngelongok lagi klikBCA, dan sekali lagi saya bisa bersorak, claim asuransi Stesha yang satu lagi juga cair, nambah lagi sejutaan saldo saya.

Duh senengnya, pas uang sudah habis, pas ada yang nransfer :mgreen:.

Saat begini ini terasa sekali kalo tuhan itu mahabaik, memberikan segala sesuatu indah dan tepat pada waktunya.:mgreen:

oia, Selamat menjalankan ibadah puasa…

Sayur Genjer


Tadi siang pulang untuk makan siang, ibu masak sayur genjer. Sepertinya dioseng pake tauco. Ditambah tahu goreng plus krupuk.

Hmmmm….

Saya bukan pakar kuliner, jadi maaf kalo susah menggambarkan seperti apa rasanya, yang jelas sih enak (wong laper :mgreen:).

Tak lihatin gambarnya aja ya?…

IMG_0018