Njajal Ganti Pake 3


Karena penasaran dengan Modem bundling Telkomsel Flash yang katanya unlock, siang tadi tanpa sengaja saat ke warung sebelah rumah, saya lihat ada kartu perdana 3, jadilah saya beli kartu perdana itu.

Saat saya coba masukkan kartu ke modem, agak sedikit lama awalnya tapi akhirnya terdetek Jaringan 3 dan mendapat sinyal Full meski hanya 2G yang tertera pada indikator di bagian kiri bawah pada tampilan applikasi bawaan modem ini. Artinya memang bener bahwa modem ini Unlock, it’s a great News.

Nyoba Three_1

Tapi lalu saya jadi agak bingung cara mengaktifkan kartu perdana itu (saya pikir hanya bisa diaktifkan menggunakan HP, padahal sudah lama saya ngga punya HP GSM 😛 ). Kemudian saya sadari kebodohan saya, karena bukankah modem ini mendukung SMS dan Call? tentu aktifasi bisa dilakukan langsung yang penting modem tercolok di slot USB PC atau Laptop. Dan tentunya justru akan lebih mudah mengetikkan data-data menggunakan keyboard laptop atau PC ketimbang mengetik dari henpon bukan?

Dan jadilah aktifasi lancar saya lakukan, tapi bagaimana dengan username dan password untuk dial internet? karena belum tau akhirnya saya biarkan kosong saja pada settingan connection configuration.

Nyoba Three_2

Kemudian saya coba mengganti Network Type dengan menggunakan opsi HSPA/UMTS only. Jujur saya ngga ngerti apa itu artinya, tapi kalo saya ngga salah itu settingan agar sinyal yang diterima adalah sinyal 3G saja. Dan terbukti menggunakan opsi itu, indikator jaringan menunjukkan kode 3G.

Nyoba Three_3

Nyoba Three

Kemudian iseng saja saya coba klik tombol Connect. Eh ternyata bisa nyambung… 🙂

konek

Tapi berhubung pulsanya hanya 3ribu ya akhirnya setelah mempublish postingan langsung saya disconnect lagi, tunggu besok saya isi pulsa 100 ribu agar bisa mengaktifkan paket unlimited sebulan itu.

Segitu dulu deh…

Iklan

Ngetes Modem Telkomsel Gratis itu…


Seperti saya ceritakan sebelumnya, saya mendapat sebuah modem Telkomsel dari teman baik saya, sebetulnya ngga bener-bener gratisan saya mendapatkan modem ini, karena teman saya itu meminta saya untuk menghandle Facebook untuk Arisan Laptop yang dia kelola. Tapi asli lumayanlah daripada saya beli sendiri, ya tho? :mgreen:

Dan kali ini saya nyoba nyeritain pengalaman pertama kali saya pake modem itu kalo ngga salah typenya SU-8000 3.5G Mobile Connect, di body modemnya tertulis SpeedUp.

Yang pasti, modem ini plug and play, begitu modem dicolok ke konektor USB, dia akan langsung menginstal driver dan applikasi bawaannya. Mudah bangetlah, dan dia kompatible dengan windows 7 yang saya pakai di laptop saya. Dan karena ini paket bundling dari telkomsel, maka tak perlu lagi nyeting ini itu lagi (kartu yang digunakan adalah Simpati).

Begitu proses install selesai tampilan applikasi bawaannya seperti ini

tampilan awal

Dibagian kiri bawah akan muncul indikator sinyal, beruntung di rumah, saya mendapatkan sinyal 3G (meski ngga terlalu stabil, kadang cuma dapet sinyal 2G, tapi beberapa kali dengan merubah letak laptop atau menyambungnya dengan kabel ekstension bawaan paketnya, saya bisa kembali dapet sinyal 3G).

Dilihat dari tampilan awal applikasi seperti diatas, terlihat kalo modem ini, selain untuk konek internet juga mendukung SMS dan Call. Istilahnya fungsinya masih sama dengan fungsi henpon hanya beda bentuk saja. Sempet saya coba sebentar untuk SMSan dan sekedar miskol ke nomer saya yang lain, semuanya berfungsi dengan baik. (Kombinasi modem ini dengan laptop sepertinya jadi mirip dengan Blackberry kali ya hanya beda bentuk saja :mgreen:).

Sedikit kekurangannya, seringkali modemnya tiba-tiba putus koneksi dengan laptop saya (device ngga dikenali tapi kemudian nyambung lagi), saya kurang tau apa penyebabnya, mungkin port USB laptop saya sudah agak kendor.

Untuk speed, asalkan sinyal yang didapat adalah 3G jelas akan lebih kenceng ketimbang sinyal 2G 🙂 dan karena saya baru beberapa kali makainya jadi saya belum akan berkomentar soal itu 😛

O iya, katanya sih modem ini unlock jadi bisa diganti kartunya, tapi saya belum nyoba lagipula saya masih nyari-nyari info tarif internet GSM, so kalo ada yang lebih paham mengenai itu dan kebetulan nyasar ke sini, tolong bantu saya kira-kira kartu apa yang bisa saya coba…

Ngeblog Lagi…:)


Setelah sempat posting sekedar update sebelumnya, waktu itu bisa onlen dari kantor (setelah sempat berbulan-bulan kesulitan mendapatkan akses internet) sayangnya saya masih kesulitan mengembalikan mood nulis.

Kali ini saya mencoba mengembalikan mood untuk nulis, apalagi kemarin seorang teman baik saya dengan sangat berbaik hati membelikan sebuah modem bundling dari telkomsel (entah apa typenya, saya ngga begitu mempersoalkan) toh yang terpenting saya mendapatkan akses internet kembali dirumah.

Jadi…

WordPress I’m Back…

(Bukan) Sebuah Kebetulan


Awal November mungkin adalah saat-saat terberat dalam hidup saya. Bagaimana tidak, belum genap sepuluh hari Stesha pulang dari rumah sakit, kembali di harus menjalani rawat inap.

Padahal bujet asuransinya sudah habis…

Dan dalam kebingungan itu saya hanya bisa berdoa dan nulis status di Facebook :lol:.

Syukurlah karena ternyata keduanya berguna. Dan bantuan sekedarnya dari teman-teman sekantor mulai berdatangan, bahkan bos saya dan kantor yang ngga biasanya ngasih bantuan, saat itu juga ngasih.

Setelah seminggu, kondisi Stesha mulai kelihatan pulih. Tapi mendekati saat-saat diperboehkan pulang adalah saat yang paling menegangkan, bagaimana tidak, rincian biaya sementaranya saat itu sudah mencapai hampir 8 juta. Sedangkan uang cash yang ada hanya sekitar 4 jutaan, satu-satunya harapan hanyalah berdoa semoga Claim asuransinya dibayar, intinya saya hanya berharap tuhan mencukupkan semua biaya perawatan.

Hari Sabtu siang, saat genap 8 hari, dokter menyatakan kondisi Stesha sudah pulih dan boleh pulang. Dan selanjutnya saya boleh mengurus semua biaya administrasinya. Dan setelah gelisah nungguin proses claim asuransi, ternyata….

Asuransi hanya mengcover biaya kamar dan dokter saja, sisanya harus kami lunasi sendiri, dan totalnya berjumlah 9.2juta. Jika dikurangi dengan semua uang cash yang sudah saya punya, masih kurang sekitar 4juta.

Satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah menelpon teman dan saudara. Pertama saya telpon adik saya yang di Samarinda, tapi saat itu yang nerima suaminya sedangkan dia masih diperjalanan pulang.

"Nanti saya telpon lagi mas."

Akhirnya saya coba menghubungi teman yang lain, dan entah kenapa nomor yang saya hubungi adalah nomor teman saya Feddy. Dan tanpa banyak cakap dia bilang ada sejumlah uang yang saya butuhkan, kebetulan dia bawa uang kantor, tapi hari senin mesti dibalikkin. "Yaudah." kata saya, daripada kami ngga bisa pulang hari ini.

"OK, segera ditransfer, tolong di SMSin no rek.mu." kata Feddy.

Sekitar 30menit selanjutnya, Feddy nelpon dia ngga jadi transfer, tapi dia ada di lobby rumah sakit.

Ternyata kedatangan Feddy menjadi benar-benar menjadi berkat, karena ternyata dengan uang tambaha dari Feddy, masih ada sedikit kekurangan biaya lagi, dan tak saya sangka Feddy masih memegang sejumlah uang lagi.

Betapa bersyukurnya saya saat itu, dan saya merasa Feddy adalah seorang malaikat yang dikirimkan tuhan untuk membantu saya.

Selesai urusan administrasi rumah sakit, adik saya telpon dan mengatakan bahwa dia dan suaminya masih ada sedikit uang yang bisa kami pakai. Tapi karena semua urusan sudah beres, saya minta ditransfer besok saja, saat itu dalam benak saya, uang dari adik saya bisa saya pakai untuk mengembalikan uang Feddy hari Senin nanti. Lagipula ternyata saat itu kami sama sekali tak memiliki uang sedikitpun…

Tapi yang pasti, pertolongan Tuhan tak pernah terlambat, selalu tepat pada waktunya.

Minggu paginya, saya merasa sedikit kurang enak badan, jadilah saya hanya tidur-tiduran saja.

Sekitar jam 11 ada SMS dari Feddy yang mengingatkan bahwa jam 1 siang arisan laptop jadi diselenggarakan. Lalu mamanya Stesha juga mengingatkan agar saya segera mandi dan berangkat, barangkali saja nanti kamu yang dapet arisannya pa. Kalo ngga berangkat kan sayang, lagipula sekalian kamu makan enak di restoran.

Sesaat sebelum saya berangkat ada SMS masuk, dari manager keuangan kantor saya, mengabarkan kalo kantor menyediakan bantuan pinjaman uang Rp 5 juta untuk menambahi kekurangan biaya rawat inap Stesha. Dan bisa saya ambil hari Senin.

Thanks God….jadi ada dana cukup untuk mengembalikan uang yang saya pinjam dari Feddy hari senin nanti.

Dan keberuntungan saya sepertinya masih berlanjut, karena pas pengundian arisan laptop, nama saya yang keluar. Namun karena sudah berbentuk laptop dan tidak bisa diuangkan, akhirnya panitia memutuskan untuk melelang laptop tersebut kepada anggota arisan yang lain yang ingin mendapatkan gilirannya saat itu. Jadilah saya memperoleh uang cash Rp 700 ribu dan giliran saya dapat arisan ditunda. Lumayan kan, dapat laptopnya kan masih bisa entar-entar.

Beberapa menit berikutnya adik saya di Samarinda juga mengabarkan kalo uang 2 juta sudah ditransfer ke rekening saya. :grin:

Sekali lagi Thanks God, karena hanya dalam hitungan kurang dari 2 x 24 jam, ternyata saya mendapatkan (pinjaman)uang yang lebih dari cukup untuk melunasi utang saya ke Feddy plus untuk keperluan sehari-hari sampai akhir bulan juga tidak ada masalah.

Kebetulan koq pas semua, rasanya ini bukan sebuah kebetulan tapi Mujizat…

3 hari selanjutnya, uang Claim rawat inap Stesha saat sakit akhir bulan oktober kemarin juga cair. Jadilah dari kondisi yang saya pikir buruk dan saya kira kami akan mengalami masa-masa kesulitan keungan ternyata tidak pernah terjadi. Justru saya malah bisa melunasi salah satu hutang kartu kredit saya juga.

Memang saya masih harus menanggung hutang beberapa juta lagi, tapi karena hutang itu tanpa bunga (hutang ke adik dan kantor) saya masih bisa sedikit ringan mengatur jadwal pembayarannya.

Doakan saja reimburs claim asuransi Stesha selama sakit 8 hari kemarin itu juga tidak masalah dan bisa cair tepat pada waktunya dan saya bisa lunasi utang saya ke adik saya…:grin: :grin:

Oktober Yang Aneh


Bulan Oktober selalu istimewa buat saya, begitupun Oktober tahun 2009 ini.

Bulan ini genap sebulan sudah saya ngantor di Cikarang dan itu berarti sebulan juga saya mondar-mandir naik motor setiap hari dari rumah kontrakan saya di Bekasi Barat. Yang paling menarik adalah sudah berkurang sebulan juga jarak menuju rumah baru :grin:.

Sayangnya, di awal bulan ada sedikit salah perhitungan dan komunikasi dengan pihak akunting kantor saya berkaitan dengan pembayaran DP rumah baru itu, ringkasnya sih bantuan keuangan dari kantor ternyata belum turun sampai saatnya jatuh tempo pembayaran cicilan DP bulan ini. Terpaksa dengan sangat berat sekaligus spekulasi saya coba bayarkan dengan uang yang saya punya. Saya sebut spekulasi karena saya tahu bahwa saya akan mengalami krisis keuangan.

Sialnya, saat-saat krisis itu akan terjadi tepat di hari ulang tahun saya. :cry: :cry:

Beruntungnya sebelum krisisnya terlanjur parah ada rejeki lain yang saya dapat, lumayan untuk sekedar ngajak Stesha & mamanya jalan-jalan dan makan di Mall :grin:.

Namun saat saya pikir semua krisis sudah terlewati dan setidaknya keuangan saya cukup aman untuk sekedar bertahan sampai akhir bulan, ternyata ada lagi masalah baru. Stesha agak rewel selama beberapa hari, dan setelah dibawa ke dokter ternyata kondisinya kesehatannya memang sedikit buruk, dan akhirnya mau tak mau harus rawat inap lagi…:cry: :cry: :cry:

Padahal saat itu saya sedang ada lumayan banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan… :cry:. Buyar semua rasa tenang menantikan gajian bulan depan…

Sudah pasti semua kejadian ini membuat saya merasa kacau.

Satu-satunya yang masih bisa membuat saya harus bersyukur adalah Stesha punya beberapa polis asuransi kesehatan. (Tak terbayangkan seandainya tidak…)

Bapak


Sore ini saya akan kembali plang ke Bekasi, setelah beberapa hari tugas di Yogya dan nginep dua malam di rumah.

Seperti biasanya setiap kali pulang, saya tidur diruang tamu didepan tv. Biasanya bapak tidur di kamarnya sendiri. Entah kenapa dua malam saya tidur di rumah bapak saya ikutan tidur di depan tv, disebelah saya. Di luar kebiasaan…

Mungkin bapak kangen saya

Juga kangen dengan suasana rumah yang rame dengan anak-anaknya. Maklum saja sekarang ini bapak hanya sendirian saja di rumah, Sedangkan kami anak-anaknya sudah menyebar dan berkeluarga. Memang ada yg menemani tapi mungkin rasanya berbeda jika ada anak-anaknya.

Mungkin seperti itu nantinya setiap orang di masa tuanya, sendirian karena anak-anaknya sudah pergi mencari kehidupannya sendiri-sendiri.

Kesepian…

Sebuah kondisi yang menakutkan…

Kapal Othok-Othok


Sekian puluh tahun lalu, saat saya masih kecil, mainan kapal othok-othok (begitu biasa disebut) ini lumayan populer. Biasanya mainan ini hanya ada pada saat menjelang Lebaran. Dijajakan ditengah keramaian pasar malam, dan biasanya selalu menarik perhatian anak-anak, karena bunyinya yang berisik othok…othok…othok…

IMG_0249

Tadi pagi, saat saya menemani mamanya Stesha jalan-jalan ke GOR Bekasi, ternyata ada pedagang yang berjualan kapal othok-othok ini. Harganya hanya Rp 5,000.

Mainan itu masih sama seperti dulu, bentuk, warna dan desainnya.

IMG_0250

Akan bertahan sampai kapan ya mainan sederhana seperti ini???