Agustus Dan Bendera


448px-Monas_flags_1aKemarin saat pergi ke mal, saya lihat ada banyak penjual bendera di perempatan lampu merah. Mau ngga mau saya jadi inget, sekarang sudah bulan Agustus :lol:

Dulu setiap kali bulan Agustus, di kampung saya, semua orang pasti akan memasang bendera merah putih di depan rumahnya. Selain itu semua orang juga jadi sibuk merapikan pagar halaman rumahnya masing-masing, syukur-syukur kalo punya dana dicat. Pokoknya semua harus lebih rapi. Bahkan di setiap perempatan akan ada umbul-umbul dan hiasan lampu warna-warni.

Dan waktu masih sekolah dulu, saya masih ingat, beberapa kali saya harus ikut berpanas-panas untuk berlatih upacara 17an di stadion.

Singkatnya, semua orang pasti berpartisipasi menyambut peringatan hari kemerdekaan republik tercinta ini.

Sekarang, saya tak tau lagi apakah di kampung saya, semua masih seperti itu atau tidak.

Yang pasti di tempat saya mencari penghidupan sekarang ini, tak begitu nampak ada kesibukan seperti di kampung dulu.

Sejauh ini, saya belum melihat ada rumah yang memasang bendera di halamannya.

Kalaupun ada yang sudah memasang bendera, paling-paling hanya instansi pemerintah atau perusahaan-perusahaan besar yang memang punya kapling untuk mengibarkan bendera di halaman instansinya. Selain itu, ya siapa lagi kalo bukan pedagang yang menjual bendera itu :lol:.

Bagaimana dengan saya? Ndak usah nanya, boro-boro masang bendera didepan rumah, punya benderanya juga endak je…lagipula rumah kontrakan saya ndak ada halamannya :mgreen:. Tapi suer kalo saja pemerintah membagikan bendera gratis untuk dipasang di depan rumah, saya pasti dengan senang hati memasangnya sebulan penuh. :lol:

btw, selamat bulan agustus, selamat bersiap menyambut peringatan kemerdekaan Republik kita tercinta ini…

gambar dicomot dari wiki

Ibu-ibu dan Tasnya


maniak_tas_wanita

Sebetulnya bukan hal yang aneh kalo melihat nona-nona atau ibu-ibu membawa tas seperti terlihat pada gambar (yang saya comot paksa dari sini ). Kalo melihat yang ada di gambar sepertinya sih menarik, cantik, keren atau apalah namanya.

Minggu kemarin saat masih di rumah sakit, ada pasien anak-anak baru masuk dan menempati tempat tidur di sebelah Stesha. Bersamanya seorang ibu-ibu yang menemani. Ibu-ibu itu membawa serta sebuah tas yang kira-kira mirip dengan yang terlihat pada gambar.

Biasanya saya tidak begitu memperhatikan hal-hal sepele seperti ini, tapi entah kenapa ibu-ibu dengan tas besarnya itu sedikit menarik perhatian saya.

Umumnya, setiap kali ada pasien baru, pasti ada sedikit kesibukan dari keluarga yang menemani, merapihkan barang-barang bawaan dll.

Begitupun pasien anak-anak yang baru masuk dan dapat tempat tidur di sebelah Stesha itu. Sang ibu terlihat begitu repot memindahkan ini itu, tapi yang membuat saya heran, diantara kesibukannya itu dan kerepotannya itu, tas yang dicangklong di pundaknya masih saja tetap menempel di sana. Seolah-olah tas itu tidak mengganggu, padahal saya yang melihatnya saja merasa bahwa tas itu menambahi kerepotannya.

Kenapa tidak ditaruh saja dulu tas itu, sehingga dia bisa lebih leluasa memindahkan ini itu???

Apakah ada sesuatu yang teramat berharga di dalam tas itu sehingga tak boleh diletakkan di sembarang tempat?

Atau sedemikian buruknya situasi keamanan di negeri ini sehingga setiap orang layak untuk dicurigai akan mencuri tas itu?

Atau hanya untuk gaya-gayaan saja?

….

…heran…

Waktunya Tak Tepat


IMG_0220Beberapa minggu lalu saya memesan merchandise WWF. Sudah sejak lama saya memang kepingin memiliki merchandise terutama t-shirt dari organisasi pecinta lingkungan semacam itu, karena selain menurut saya merchandisenya pasti keren saya sekaligus juga menyumbang untuk aktifitas mereka (walupun tentu saja nyumbangnya ngga banyak :lol: ).

Sayangnya saat saya mengkonfirmasikan pesanan saya, sepertinya waktunya tidak tepat. Saat itu saya mendapat reply via email, bahwa mereka sedang melakukan stock opname dan tidak bisa melayani pesanan saya. Kalau mau saya mesti menunggu seminggu.

Agak sedikit kesel sebetulnya, tapi ya sudahlah saya ngga akan membatalkannya.

Seminggu kemudian saya mendapatkan konfirmasi bahwa pesanan saya sudah bisa dilayani namun ada beberapa item yang tidak tersedia. Ngga terlalu masalah, karena untungnya saya bisa ganti dengan item yang lain.

Setelah melakukan transfer sejumlah uang sesuai pesanan saya, dua hari berikutnya merchandise yang saya pesan sampai.

Sayang…

Sepertinya waktunya lagi-lagi kurang tepat, saat saya seharusnya ’seneng dan merasa keren’ karena memiliki merchandise dari organisasi pecinta lingkungan yang hebat itu…

Stesha sedang terbaring sakit di rumah sakit, terpaksa harus menjalani rawat inap lagi…

Tentu saja merchandise itu terpaksa saya geletakin dulu untuk lebih berkonsentrasi terhadap kondisi Stesha.

Dan saat itu, ada ledakan bom meneror Jakarta…

Tapi syukurlah, saat saya menulis posting ini kondisi Stesha sudah membaik dan besok seharusnya sudah bisa pulang…

Melipat Kertas (Origami)


Minggu kemarin, tak sengaja saya ’menemukan’ sebuah ebook tentang origami saat sedang iseng googling ebook. Karena tertarik, saya unduh saja sekaligus saya coba mencari yang lainnya. Dengan mengetikkan kata kunci Origami di google dan saya menemukan ribuan bahkan jutaan link tentang itu.

Saat saya coba klik salah satu link itu, ternyata mereka menyediakan database tentang cara membuat model origami dalam format pdf. Pengunjung bisa dengan bebas mencari dan mengunduhnya.

Ini membuat saya bersemangat sekali mengunduh beberapa yang saya kira menarik, seperti model Malaikat, Burung atau kupu-kupu. Dalam bayangan saya ini bisa gunakan untuk bermain bersama Stesha.

Tapi ternyata, membuat origami itu tak semudah yang saya bayangkan. Entah karena model yang saya pilih memang cukup rumit atau apa, yang jelas itu cukup membuat saya pusing :lol:.

IMG_0218

Pusing bikin origami yg bagus...

Mungkin saya memang harus mencari model yang paling sederhana dulu. Dan yang paling mudah dibuat adalah pesawat terbang atau kapal laut :lol:.

pesawat kertas

Kalo bikin ini jelas sukses...

Apa Alasannya Ya???


Setiap kali di jalan raya dan bertemu atau berpapasan dengan rombongan pelayat yang mengantar jenazah ke pemakaman, kesan yang selalu saya tangkap adalah mereka terburu-buru.

Begitu terburu-buru sehingga seolah-olah mereka layak mendapatkan prioritas utama di jalan, pengguna jalan yang lain harus minggir dan membiarkan mereka lewat terlebih dulu.

Layak diprioritaskan seperti terlihat jelas dari potongan bambu yang ditempeli bendera kuning yang diacung-acungkan ke pengguna jalan lain, kadang ditambah dengan tampang sedikit seram dan mata sedikit melotot, walaupun belum pernah saya melihat ada pengguna jalan lain yang kena gebuk (semoga saja tidak pernah ada).

Jujur saja saya selalu penasaran memikirkan alasan kenapa mereka selalu terburu-buru begitu.

Apa takut pemakaman keburu tutup kalo sampai mereka datang telat?

Sejauh ini saya tidak melihat ada urgensi dibalik sikap buru-buru itu, sayangnya saya juga tidak pernah berani untuk menanyakannya secara langsung kepada si meninggal kenapa pengantarnya selalu harus terburu-buru dan meminta prioritas di jalan raya seperti itu.

Paling-paling yang bisa saya lakukan hanyalah gondok dalam hati dan minggir tanpa banyak protes….

Barangkali anda ada yang tahu apa alasannya???

Please…tolong diinfokan ke saya biar suatu saat saya berpapasan dengan rombongan pelayat pengantar jenazah seperti itu, saya punya cukup alasan untuk dengan senang hati (dan tidak gondok lagi) minggir dan memberikan jalan buat mereka.

*ditulis setelah sehari sebelumnya sedikit kaget saat berkendara motor mendadak disuruh minggir dengan diacungi potongan bambu + bendera kuning

Jalan Ditutup (Demi Kepentingan Umum)


Pagi tadi satu dari tiga jalan masuk ke rumah (kontrakan) saya ditutup. Ada salah satu tetangga yang hendak memperbaiki rumahnya. Karena saya tinggal di daerah yang lumayan padat dan jalanan akses untuk keluar masuk hanyalah berupa gang senggol, maka setiap kali ada keperluan warga entah hajatan atau memperbaiki rumah, otomatis jalan harus ditutup.

Ngga begitu ngaruh, karena saya ngga harus lewat jalan yang ditutup itu.

Saat saya sampai di komplek perumahan sebelah, saya kembali menemukan dua gang yang juga ditutup, karena sedang ada perbaikan. Salah satu gang itu malah sudah ditutup sejak 2 atau 3 minggu lalu. Entah berapa lama lagi gang itu akan ditutup. Yang jelas kali ini saya harus mengambil jalan memutar walaupun tak begitu jauh.

Lalu saat saya sampai di komplek perumahan yang lain (dari rumah sampai kantor saya mesti melewati dua komplek perumahan), lagi-lagi ada penutupan jalan. Kali ini sepertinya ada warga yang meninggal, karena saya melihat ada bendera kuning dipasang.

Untuk kedua kalinya saya harus memutar :lol:. Untung saja saya tidak kesasar :-P.

Jadi hari ini saya temukan total 3 jalan (umum) yang ditutup di sepanjang rute yang saya lewati dari rumah menuju kantor.

Oia, masih ada satu lagi yang saya temukan tapi syukurlah bukan termasuk rute saya, jalan di samping komplek kantor saya juga masih ditutup karena ada perbaikan saluran air kotor (got).

Sebetulnya saya berniat protes atau setidaknya mengeluh tapi mendadak teringat kata-kata guru saya di SMP dulu..

Kepentingan umum selayaknya harus didahulukan ketimbang kepentingan pribadi.

Mau tidak mau saya jadi sadar, bahwa melewati jalanan yang biasa menjadi rute sehari-hari itu hanyalah kepentingan pribadi saya saja. Masih ada kepentingan umum yang lebih besar yang harus didahulukan. Dan kalo kepentingan umum itu mengharuskan jalan ditutup, ya tinggal muter cari jalan lain saja, kepentingan umum lebih utama koq. :lol:

Dan hari ini, sepertinya saya mematuhi dan menjalankan kata-kata guru saya itu…(nikmatnya hidup di negeri ini…:lol: :lol: :lol:)

Netbook Advan Vanbook A1N70T [Alnect Komputer]


Dua tahun lalu, sebuah laptop ukuran 14,1″ sudah terasa cukup mungil dan ringan. Tapi kini (sesuai pengalaman saya) laptop seukuran itu mulai terasa besar dan berat. Apalagi memang sudah menjadi tren laptop yang ukurannya sangat mungil (netbook).

Di pasaran saat ini sudah cukup banyak betebaran bermacam merk netbook, salah satu yang menjadi incaran saya adalah netbook keluaran Advan seri Vanbook A1N70T.

advand A1N70T

Seri ini adalah ’adik’ dari seri sebelumnya yaitu Vanbook A1N70, secara spek keduanya sama persis, yang membedakan hanyalah seri ini tidak dibundling dengan Operating System apapun. Hal ini tentu berpengaruh pada harganya. Ya seri ini memang dibandrol sedikit lebih murah ketimbang ’kakaknya’ yaitu di kisaran 3.5juta. Continue reading →