Sebuah Kebetulan…


Setiap orang pasti punya keinginan, dan setiap orang tentu akan berusaha sekuatnya untuk mewujudkan keinginannya.

Yang saya alami selama ini, kalo dipikir-pikir unik dan lucu, saya engga tahu apakah orang lain mengalami hal yang sama seperti saya,

Saat saya teramat menginginkan sesuatu, terkadang apa yang saya teramat inginkan itu terasa begitu sulitnya terwujud, tapi terkadang saat saya tak begitu mengharapkan memiliki sesuatu saya justru mendapatkan sesuatu.

Sebuah kebetulan dan terasa seperti mimpi di siang bolong.

Dan saya mengalami kejadian seperti ini beberapa kali, kebetulan yang luar biasa sehingga sampai kapanpun saya akan selalu ingat.

Kejadian pertama,

Dulu sekali, saya pernah teramat menginginkan mini compo, Saya masih ingat saya bela-belain menabung dan bahkan nanya-nanya teman yang barangkali bisa mencarikan saya mini compo selundupan di pelabuhan. Tapi berbulan-bulan berlalu dan sepertinya apa yang saya inginkan itu tak juga bisa saya wujudkan.

Lalu, tiba-tiba saja bapak saya mendapat undian door prize di sebuah acara, dan hadiahnya sebuah Mini Compo. Padahal saat itu, saya boleh dibilang sudah berhenti berharap…

Sebuah kebetulan yang manis…

Kejadian kedua,

Saat kelas 2 STM, seperti umumnya orang lain di tempat saya, punya sepeda motor adalah sebuah hal terhebat dimasa remaja. Saya masih sangat ingat, bahwa saya kenal beberapa orang yang segitu kepengennya punya sepeda motor, sampai ngga mau sekolah (bahkan ngancam bunuh diri segala) agar bisa memaksa ortunya jual harta benda (umumnya jual sawah) hanya untuk bisa membeli sebuah sepeda motor. :lol:

Kalo saya sih sadar sepenuhnya, bahwa bapak saya bukan orang yang cukup kaya untuk bisa membelikan saya sebuah sepeda motor, jadi saya cukup puas dengan hanya minjem punya temen saja.

Sampai suatu saat…

Tidak biasanya sore-sore, bapak saya ngajakin saya pergi naik sepeda onthel ke rumah temannya, dan di sana saya diminta untuk nyoba sebuah motor baru. Dan ternyata itu motor yang dibeli bapak untuk saya pakai kuliah kelak.

Duh senengnya…:grin: bener-bener seperti mimpi rasanya.

Kejadian ketiga,

Saatnya saya kuliah, ternyata saya keterima kuliah di Jakarta, dan dengan sangat terpaksa sepeda motor tidak bisa saya bawa serta karena bapak tidak mengijinkannya. :cry: Tapi saya tak begitu kecewa, karena jujur saja saya kaget dan ngeri saat melihat situasi lalu lintas di jalanan Jakarta yang begitu padat dan gila, sangat berbeda jauh dengan di kota asal saya yang tenang.

Lalu sayapun mulai terbiasa kemana-mana naik angkot atau bus atau metromini.

Dan saat saya mulai kerja, tempat kerja dan kost cukup dekat, sama sekali tidak membutuhkan sepeda motor. Lagipula, dengan gaji saya saat itu rasanya mustahil untuk mengambil kredit motor. Cukup lama saya nyaman dengan kondisi itu, berangkat kerja jalan kaki dan main ke mall naik angkot.

Tapi, mendadak kantor saya pindah ke lokasi baru, lumayan jauh untuk ditempuh jalan kaki, mau ngga mau saya harus keluar ongkos cukup lumayan setiap harinya untuk naik angkot. Dan itu jelas sedikit mengganggu stabilitas keuangan saya, namun sayangnya untuk ngambil kredit sepeda motor sepertinya juga masih jauh dari jangkauan.

Dan, beberapa bulan berjalan, e lha koq mendadak juga saya dikasih kesempatan untuk berprestasi dengan pekerjaan saya, dan itu membuat boss saya sangat senang, dan sayapun diberikan penghargaan “kredit sepeda motor tanpa bunga”.

Lagi-lagi seperti sebuah mimpi…

Kejadian keempat,

Sudah beberapa bulan ini saya begitu kepengen punya netbook plus modem, sayangnya dengan kondisi keuangan saya sekarang agak sulit untuk bisa memiliki sebuah netbook plus modem dalam waktu dekat, alternatifnya saya nyoba ikut kontes blog yang hadiah utamanya netbook. Tapi mungkin saya masih harus bersabar, karena saya masih belum cukup beruntung bisa memenangkan kontes yang saya ikuti.

Kemungkinan yang lain, ikutan arisan laptop yang diadain teman, tapi tentu juga masih harus sabar nunggu giliran saya dapet, dan mungkin masih akan cukup lama…:cry:

Di tengah sibuk mikir gimana caranya punya netbook plus modem, tiba-tiba boss mengharuskan saya pindah kantor di di Cikarang. Sebetulnya sudah sejak tahun kemarin boss meminta saya pindah ke kantor baru, tapi selama ini tak ada alasan cukup kuat untuk itu, lagipula Bekasi Cikarang kan cukup jauh, sehingga saya masih bertahan ngantor seperti biasa di Bekasi.

Dan kali ini, boss saya punya alasan kuat agar saya ngantor di Cikarang. Dan sayapun juga tidak mungkin bisa menolak lagi, gimana mau nolak wong boss saya sekaligus menjanjikan kemudahan saya bisa membeli rumah. :mgreen:

Jadi sekarang ini saya tengah mondar-mandir nyari perumahan yang cocok, dan udah nemu yang kira-kira OK, do’ain aja semoga disetujuin ama si Boss. :grin:

Untuk kejadian yang terkahir ini, rasanya seperti mengalami sebuah mujizat, keajaiban. Sama sekali tak pernah terbayangkan sebelumnya…

Satu yang bisa saya ungkapkan cuma Thanks God…

3 thoughts on “Sebuah Kebetulan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s