keinginan yang tertunda


Suatu keinginan yang terpaksa tertunda pasti menyebalkan dan mengecewakan. Terlebih jika keinginan itu sudah didamba-dambakan (sejak lama) kalo istilah Jawa “wis kebelet”.

Contoh paling nyata adalah orgasme yang tertunda karena anak terbangun dan menangis minta susu dan setelah dibikinin susu, bukannya tidur lagi tapi malah melotot ngga tidur lagi sampai pagi… :mgreen:. Ngeselin banget kan??? :mgreen: :mgreen: :mgreen:

Ceritanya, udah sejak lama, saya itu iri dengan cerita mbakyu bakul gajih soal modem yang katanya kenceng dan bonusnya ngga habis-habis itu.

Sayangnya saat dulu dimasa promosi dengan bonus berlimpah, saya ndak punya bujet untuk memboyongnya.

Lalu saya bertekad ngumpulin receh-recehan agar suatu saat saya bisa menebus modem itu. Nah awal bulan ini, recehan saya sepertinya sudah cukup, lalu saya dengan hati berdebar-debar ngga sabar, segera mendatangi gerai tempat jualan modem itu.

Begitu sampai di sana saya duduk dengan manis di sofa empuk dan ruangan yang dingin menunggu giliran si embak cantik di gerai itu melayani saya. Lumayan lama saya nunggu…

Pas sudah giliran saya, ternyata modem itu sudah habis. Yang ada tinggal yang lebih mahal, itupun ternyata harus ditebus dengan menggesekkan kertu kredit salah satu Bank yang kondang dengan antreannya yang panjang itu. Ngga bisa pake kertu dari bank yang lain. :cry: :cry: :cry:

Terpaksalah saya pulang dengan tangan hampa, dan tentu saja dengan hati kesel, bagaimana bisa penjual koq sampai kehabisan barang dagangan seperti itu (kenapa udah tau habis ngga nggoreng lagi coba??? :evil: :evil: :evil: ).

OKlah, barangkali besoknya mereka udah nggoreng, so keesokan harinya saya datengi gerai jualan mereka yang lain.

Dan ternyata sama saja, kehabisan barang dagangan juga… :cry: :cry: :cry:. Pupus keinginan saya yang sudah meledak-ledak untuk orgasme menikmati internet kenceng. Bahkan akhirnya ternyata recehan saya kepake untuk keperluan lain :cry: :cry: :cry:.

Beberapa hari saya nangis guling-guling meratapi nasib buruk saya… :mgreen:..

Sampai suatu saat tiba-tiba makbedunduk saya mendapatkan wangsit dari Gusti Ingkang Murbeng Dumadi :idea: :idea: :idea:

Daripada saya sama cuma bisa kesel dan kenapa ndak nyoba saja beli kertu perdananya dan mbeli pulsa secukupnya yang memungkinkan saya dapet layanan internet yang katanya gratis untuk sebulan itu, ndak masalah ndak begitu kenceng, wong saya cuma akan make henpon jadul Nokia 2116 (yang ’larinya’ juga ngga akan bisa kenceng) buat modem.

Segera setelah saya mengisi pulsanya sesuai ketentuan, saya mendapat SMS konfirmasi bahwa saya mendapatkan bonus internet unlimited dengan kecepatan maksimal 153.6 kbps selama sebulan. :grin:

Langsung ngga sabar rasanya ingin segera orgasme mencoba.

Awalnya agak sedikit susah untuk bisa konek. Tapi setelah beberapa kali, akhirnya berhasil juga, selanjutnya setengah iseng saya nyobain Radio Streaming, dan ternyata saya bisa berLove Jogya and You dengan lancar dan tentu saja gratis.

Du..du..du…puas dan senangnya hatiku…:grin: :grin: meskipun keinginan beli modem tetap masih harus tertunda..

*semoga posting seperti ini berarti pengharuman nama baik… :mgreen: dan semoga saja dihargai.. :mgreen: *

5 thoughts on “keinginan yang tertunda

  1. Itu namanya sengsara membawa nikmat,mas…

    hehhehee hore mas hari karo mbak puak perang.. horee!!! ayooo aku jadi wasitnya…
    husss ngga sopan mas iki masak mbak puak bakul gajih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s