Lega..Semuanya Baik-Baik saja.


Sore tadi ada tetangga mengetuk pintu rumah saya. Saya lihat ada istrinya juga yang menemaninya. Tanpa banyak basa-basi dia langsung ngomong bermaksud meminjam sepeda motor saya sebentar.

Agak surprise mengingat saya kurang begitu akrab dengannya.

Karena sepertinya penting, wong sampe berani minjam gitu, akhirnya saya kasih pinjam, meski sebetulnya saya kurang begitu iklas. Lagipula dia bilang hanya sebentar…

Ternyata sebentar itu sangat relatif…

Buat saya sebentar itu ngga sampe sejam. Kenyataannya, dari jam 7 sampe jam 11 malem dia baru kembali.

Cukup lama saya nongkrong di depan rumah nungguin dia kembali. Dan seperti pendapat semua orang, menunggu itu menyebalkan, terlebih karena ini menyangkut sesuatu yang buat saya cukup berharga.

Jujur saya cukup cemas, cemas karena selain saya kurang begitu akrab dengan tetangga yang meminjam motor saya itu, saya lebih mencemaskan kalo seandainya terjadi apa-apa, kecelakaan misalnya.

Mungkin saya sedikit berlebihan dalam hal kuatir, walaupun saya juga tau sebetulnya kekuatiran tak pernah membuat segala sesuatu menjadi lebih baik, tapi yang jelas saya punya alasan cukup kuat untuk itu.

Ini karena saya mempunyai sebuah memori buruk untuk urusan yang begini.

Beberapa tahun lalu, saat saya pertama kali punya sepeda motor. Seorang teman meminjamnya, dan karena motor baru, ada teman lain yang kepengin menjajal juga. Sialnya, dia mengalami kecelakaan, tabrakan dengan motor lain dan motor saya itu hancur, pipa rangka depan sampai bengkok.

Memang yang bersangkutan bersedia bertanggung jawab, mau mengganti semua kerusakan. Tapi apalah arti sebuah ganti rugi, karena sekalipun diganti tetap saja saya rugi, motor saya tak pernah pulih seperti sedia kala…

Sejak itu saya tak pernah lagi bisa dengan tenang meminjamkan apapun ke orang lain, terlebih kendaraan bermotor.

Jujur saat melihat tetangga saya kembali dengan selamat, saya begitu lega. Hanya saja saya berharap dia tidak akan pernah lagi meminjam motor saya. Terlebih karena ternyata urusannya menurut saya tak begitu penting, wong dia minjam itu hanya untuk menghadiri acara syukuran dirumah salah satu caleg yang sukses lolos menjadi anggota dewan. Ngga terlalu penting kan?

6 thoughts on “Lega..Semuanya Baik-Baik saja.

    • Iya max, itu satu-satunya yang saya takuti setiap kali meminjamkan motor ke orang lain.
      Dipinjami takut rusak, ngga dipinjemi takuk dianggap pelit..😆

    • Masalahnya, banyak orang tu berpendapat, “Kalo bisa minjem kenapa harus beli sendiri?”
      dengan kata lain, lebih suka orang lain yg rugi.😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s