Ayo Nyontreng..


Masa tenang, setelah hiruk pikuk kampanye…(yang hiruk pikuk dimana sih ya? wong saya sama sekali ngga pernah ikut-ikutan segala keriuhanan kampanye :lol: )

Sepintas sepertinya musim kampanye kali ini lebih sepi dibanding tahun-tahun lalu, terlebih saat zamannya Orde Baru dulu, saat musim kampanye, jujur saja saya selalu takut untuk bepergian kemana-mana, takut berpapasan dengan rombongan konvoi yang riuh (kadang arogan) dan bising oleh suara knalpot meraung-raung itu. Bahkan saat saya sudah duduk di bangku STM saat teman-teman saya bersenang-senang kampanye, saya tak pernah tertarik ’meramaikan’ kampanye (wong tanpa saya, kampanye juga masih tetap ramai koq? :lol: ).

so…

Sampai sekarang saya ngga tertarik sama sekali untuk menjadi simpatisan partai apapun. Tapi saya juga ngga berminat untuk golput, kecuali kalo memang saya tidak terdaftar sebagai pemilih. Kalo terdaftar ya saya tetep milih, sesuai hati nurani :mgreen: (Saya kan warga negara yang baik :mgreen: ).

Minggu kemarin, ada seorang tetangga bertamu ke rumah kontrakan saya, membawa sebuah buku mirip kuitansi, ada gambar salah satu partai terbesar berikut foto ketua umum plus caleg lokal. Sepertinya tetangga saya itu salah satu anggota tim sukses salah satu caleg lokal dari RT sebelah.

Tetangga saya itu lantas cerita, intinya sih minta dukungan agar bapak caleg itu lolos menjadi legislatif. Karena kalau beliau itu terpilih menjadi legislatif, nantinya biaya pengobatan kelas III di RSUD Bekasi digratiskan, plus ada tambahan Biaya pendidikan juga digratiskan…

:lol: :???: :lol:

Lantas kalo saya setuju untuk mendukung bapak Caleg itu, saya mesti menuliskan data pada kuitansi itu plus menyertakan copy KTP. :lol:

Kalo soal dukung-mendukung sih ngga masalah (setidaknya saya bisa memberikan dukungan do’a tho? :mgreen:)

Lha kalo urusannya sudah pake menyertakan copy KTP segala? wah emoh saya, karena itu sama artinya dengan saya menyerahkan diri saya menjadi anggota atau setidaknya menjadi simpatisan. ( Sudah ndak sesuai lagi dengan hati nurani saya itu…).

Trus soal programnya itu tadi, sepintas kedengarannya menarik. Siapa yang ndak mau biaya rumah sakit dan biaya pendidikan gratis.

Lha tapi masalahnya, dari pemilu dan pilkada yang lalu, semua caleg, semua partai, semua kandidat pejabat, menjanjikan hal yang sama. Apa itu ndak sama artinya Program kesehatan dan pendidikan gratis itu belum terealisasi juga dari dulu?? :lol: :lol: :lol:

Kalau saya pribadi sih, seandainya jika memang program kesehatan dan pendidikan gratis itu memang betul bisa terealisasi, tentu saja saya sangat bersyukur.

Tapi…

Jujur saja saya tak ingin terlalu mengharapkan. Lha wong semua itu butuh biaya guede buanget je…dan konon katanya bujet APBN untuk pendidikan aja blom sampe 20%, dan untuk kesehatan? embuh ngga tau saya..

Apa iya, mereka-mereka itu setelah terpilih nanti masih akan tetap ingat untuk memperjuangkan janji-janji itu. Sampai sekarang saya koq masih tetap ragu ya?..

baidewei…

Karena ternyata saya terdaftar sebagai pemilih, jadi saya tetap akan mempergunakan hak saya itu sebaik-baiknya. :grin:

15 thoughts on “Ayo Nyontreng..

  1. Besok saya nyontreng partainya sajah. Saya ndak kenal sama calegnya… maapkan sayah. Itu kalender caleg saya taro di kamar mandi. Ndak ada ruang lagi buat naro kalender .. hehehe…

  2. # sitijenang : hehehe, ngga apa pakdhe yang penting ikut nyontreng:mrgreen:

    # itikkecil : sepertinya sih gitu tik, lha tapi kenapa masih jg diangkat sebagi isu kampanye?😆

    # kucingkeren : iya, emang masih besok koq. Sekarang masih bisa mikir mo nyontreng yang mana😀

    # kucingkeren (lagi) : dooh maaf ketelen akismet rupanya…

    # Ryan Xavier : itu juga sebuah pilihan koq, saya hargai itu😀

    # Emanuel Setio Dewo : sebetulnya saya juga bingung koq mas Dewo, suer. Tapi karena udah terdaftar sebagai DPT yo wis ikut nyontreng saja, soal apa yg mo dicontreng di TPS, itu urusan nantilah..😛

    # p u a k : sepertinya saya juga akan begitu yu. Tapi paling tidak saya tetep berpartisipasi pemilu kali ini😀
    Hahahaha..koq jebul sama ya, kalender caleg di rumah saya juga cm ditempel di dapur deket kamar mandi:mrgreen:

  3. # sigid “yang bijaksana” : lho masa gitu sih? lha kalo sebuah copy ktp dihargai minimal 20rebu, saya ngga keberatan ngasihnya:mrgreen:

    # Artha : hehehe sudah tentu mas Artha😀

    # mercuryfalling : yang paling gampang tu waktu pilkada Jakarta dulu, janjinya akan membuat Jakarta “bebas banjir” ampe sekarang mana ada cerita Jakarta ngga banjir😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s