Kasian Sekali Dirimu…


Sudah beberapa minggu internet dibatasi penggunaanya hanya untuk bos-bos saja, yang bukan bos silakan pakai gantian di komputer-komputer tertentu saja (itupun jangan sekali-sekali dipake untuk maen facebook atau ngeblog, sekalipun di jam istirahat. Haram hukumnya :evil:).

Awalnya saya sempet marah. Sangat marah dan kecewa kenapa saya bukan termasuk bos :lol:. (Belakangan saya baru tau, ternyata bukan cuma saya yang marah dan kecewa, konon ada yang sudah mengajukan untuk resign gara-gara ini :lol: ).

Dan pelampiasan amarah saya itu (biasanya) saya tuangkan dalam coretan di blog, atau kadang hanya sekedar coretan di status Y!M atau facebook saya.

Tak ada niatan untuk menarik simpati siapapun, saya hanya sekedar mengungkapkan kekesalan daripada di simpen saja di hati dan menjadi kanker dan semoga saja bos saya membaca status Y!M, Fcaebook saya dan kemudian iseng berkunjung ke blog ini dan membacanya. Tapi memang ada beberapa teman yang tergoda untuk menanyakan ada apa, dan ujung-ujungnya mengungkapkan rasa kasihan (dan selanjutnya menertawakan :evil:).

Dan berhubung saya sudah merasa sedikit plong, dikasihani dan ditertawakan itu udah ngga begitu masuk di otak lagi. Bahkan sekarang saya justru merasa kasihan dengan yang mengasihani dan menertawakan saya itu.

Alasannya simpel,

Lha kalo merasa kasihan, mbok ya berinisiatif memberikan solusi yang lebih nyata, misalnya membelikan modem CDMA untuk saya plus lengganan internet unlimited biar saya bisa blogwalking lagi dengan bebas ataupun mengunjungi facebook anda sekalian tanpa harus mengandalkan fasilitas dari kantor :mgreen:.

Nyatanya, ngga satupun ada yang begitu :mgreen:. Sama juga bo’ong kan?

Jadi saya berkesimpulan, bahwa pada dasarnya yang merasa kasihan dan tertawa itu *maaf ya* adalah lebih patut dikasihani, karena cuma bisa memanfaatkan internet gratis fasilitas kantor saja.

Lha kalo saya? ngga dikasih fasilitas internet yo ngga apa, wong saya masih bisa menggunakan uang saya sendiri untuk membeli pulsa alakadarnya dan berinternet di rumah je.

Lagipula kalo sudah bisa merasa kasihan, semestinya membelikan saya modem CDMA seharga beberapa ratus ribu itu seharusnya tak akan jadi masalah tho?

Jadi begitulah sodara-sodara, kira-kira mengerti kan dengan apa yang saya maksudkan? :mgreen:

*Kasian sekali dirimu…:mgreen:*

18 thoughts on “Kasian Sekali Dirimu…

  1. di kantorku sudah lama berlaku peraturan seperti itu..
    akhirnya saya mengorbankan honor saya untuk membeli USB modem sendiri, demi kepuasan berinternet kapan saja dan dimana saja

  2. Hayah
    Ha bukankah kondisi ini membuat dikau setidaknya merasa lebih kaya dari bos-bos itu to mas …. bisa swasembada:mrgreen:

    Btw, mentari gprs timebased itu katanya sekarang 5000/250 menit .. 1200/jam

  3. # kishandono : wah top pak keren kalo begitu…:D

    # mercuryfalling : hehehe, jadi sebenernya siapa yg lebih kaya ya mak?😀

    # sigid : betul bro..emang diriku lebih kaya dari siapapun di dunia ini koq😀
    * dooh..henpon gsmnya muahal bro..ak ndak kuat mbelinya..:D

    # ika : eh mbak Ika, hehehe…enggak koq cm ngedumel😛

    # tukangobatbersahaja : ah saya malah udah nyemplung ke bak😆

    # syelviapoe3 : lha trus yg mbayari tagihane siapa Put?😆

  4. # achoey : hehehe sebenernya mungkin cm isu kang😆

    # kucingkeren : lumayanlah kekesalan saya bisa bikin kucing tersenyum geli, hebat banget ya😀

    # Blog Review Gratis : makasih…

    # carra : makasih…@#$$%%👿

    # nh18 : duh diketawain lagi…btw makasih pak trainer. ndak usah dibayangin pak, daripada entar ketawa lagi😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s