200 Km Bersama Vega


Sudah sejak lama saya pengen banget mengulang memori lama, tapi baru kesampaian sabtu minggu kemarin. Memori lama itu adalah bersepeda motor ke Bandung, sebuah perjalanan yang melelahkan 200km yang dulu sering saya lakukan manakala hari libur. Tapi sejak Steven dan Stesha nongol sudah tidak lagi saya lakukan.

Kemarin karena ada sebuah keperluan sehingga keinginan mengenang masa lalu itu jadi terlaksana.

Awalnya terasa sedikit berat terutama perjalanan dari rumah sampai Cikampek, karena memang rute itu adalah rute yang paling jelek yang harus dilalui. Mungkin ada beberapa alternatif jalur yang lain, tapi saya ogah berspekulasi di jalan raya mengingat saya punya trak rekor yang lumayan bagus dalam hal nyasar .

Jadi mau engga mau ya saya harus lewat jalur Bekasi-Cikarang-Kerawang-Cikampek-Subang-Ciater-Tangkuban Perahu-Lembang-Bandung itu.

Tidak banyak yang berubah sepanjang jalan antara Bekasi Cikampek itu, hanya di beberapa wilayah saja ada sebuah perbaikan untuk melebarkan jalan, sisanya masih tetap seperti dulu ada banyak tambalan aspal yang lumayan mengganggu dan membuat perjalan menjadi lebih terasa berat.

Dulu saat saya masih muda (dan gagah perkasa ) perjalanan 200km lebih itu seringkali saya tempuh tanpa berhenti selama 4 atau 5 jam. Tapi sekarang, baru lepas Cikarang saja pantat saya sudah terasa panas sekali, sepertinya hanya keinginan yang kuat serta ketabahan hati saja yang bisa membuat saya tetap bertahan *halah* .

Akhirnya saya memutuskan mampir ke rumah temen di Cikampek sekedar untuk berisitirahat sekaligus bersilaturahmi.

Dan hei..sebuah kejutan menyapa saya rupanya, jalanan menembus hutan karet menuju rumah teman saya yang dulu seperti dasar sungai kering karena banyak lubang dan berbatu, ternyata hanya tinggal setengah rute saja, sisanya sudah beraspal mulus. Belum lagi keramahan keluarga teman saya yang menyambut .

Tapi akibatnya rencana semula hanya berhenti istirahat sejenak ternyata jadi berjenak-jenak🙂 karena asyik ngobrol dengan teman lama itu.

Setelah kurang lebih 2 atau 3 jam istirahat, numpang ngopi dan pipis (tidak pake acara makan siang karena kebetulan masakannya belum mateng ) perjalanan saya lanjutkan kembali. Dengan lebih bersemangat karena lepas dari Cikampek, jalur ke Subang adalah jalur favorit saya.

Jalanan yang lumayan mulus dan tidak terlalu rame serta berbelok-belok dan berhawa cukup sejuk membuat perjalanan menjadi amat menyenangkan, meski di pantat tetep sama saja, panas dan pedes -P.

Perjalanan menjadi lebih menantang manakala sampai kawasan Ciater. Hawa dingin dan kabut, sesuatu yang mustahil bisa saya dapatkan di Bekasi, sedikit membuat tangan terasa beku sekaligus membuat jarak pandang menjadi amat sangat pendek tapi itu juga yang membuat saya justru menikmati perjalanan.

Dan yang masih tetap tak berubah adalah, manakala jalan menanjak Vega R saya tetap terengah-engah seperti dulu, dan pilihannya juga sama, menurunkan gigi perseneling dan tetep menarik gas sampai mentok tapi hanya sanggup jalan 30-40km/jam saja . Manakala turunan, saya juga ngga berani melarikan motor lebih dari 60 atau 70km/jam selain karena ngeri tapi juga ngapain harus buru-buru di tempat seindah Ciater dan Tangkuban Perahu.

Suer, ini selalu menjadi sebuah perjalanan yang paling saya nikmati. Meskipun lumayan berat dan melelahkan dan sekarang sudah banyak jasa transportasi yang lebih nyaman dan lebih cepat dari Bekasi ke Bandung, tapi hamparan kebun teh dan tikungan-tikungan yang berkelok-kelok itu, dimana lagi bisa dinikmati kalo bukan diatas motor.

Sayangnya, saya tak punya lagi kamera digital yang bisa mengabadikan apa yang saya lihat sepanjang jalan itu.

Jika ada yang menganggap ocehan saya ini Hoax ya ngga apa , saya pasrah saja… .

Sepasrah pantat saya yang masih terasa pedes sampai sekarang .

*ngga mutu banget ceritanya *

12 thoughts on “200 Km Bersama Vega

  1. # p u a k : ya dewe’an, kalo berangkatnya bertiga ama Stesha & mamanya malah bohong dong? 200km ngajakin anak bayi naik motor? OMG…

    Udahlah emang harus percaya koq, meski ngga melihat:mrgreen:

    # agunk agriza : kalo ngga diitung istirahatnya sekitar 5 jam lebih. tapi ama istirahat ya setengah harian, saya berangkat dari Bekasi sekitar 9:30 pagi ampe Bandung jam 6
    Gila ya?😆

  2. walah mass mbok jangan gitu tho, blog itu khan serasa diary kita gitu so apapun tulisan kita khan yaa ngga perlu bilang ngga mutu gitu donk😀

    kirain sama vega sapa ternyata sama motor tercinta tho😀

    yayayya ini bukti bahwa tenagamu sudah ngga sehebat dulu…eit maksudku untuk perjalanan jauh gitu🙂

  3. # sigid : iya, ama jok motor:mrgreen:

    # iwan : lumayan, apalagi kemarin daerah Ciater berkabut dan basah gitu, wuih seruuuu…😀

    # Retie : Menurutmu mutu ra?:mrgreen:

    Hehehe lha kalo ama Nadia Vega atau ama Dian Vega, wah lha bisa ngetop masuk tipi infotainment diriku:mrgreen:

    Iya nih, sudah semakin uzur diriku😆 sebetulnya kalo untuk jarak segitu badanya masih kuat, tp pantat ini yg ngga nahan pueedeees:mrgreen:

    # Emanuel Setio Dewo : hihihi kemahalan mas, kalo kata bapak saya kita udah diparingi GPS murah ama Gusti je (kenthongan kata bp saya), tinggal nyari orang dan gunakan kenthonganmu dijamin nyampe tujuan:mrgreen:

    Iya, tp saya cm seneng turing sendirian ke mbandung thok mas😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s