Tukang Roti


Sejak beberapa bulan lalu ada seorang tukang roti yang berjualan keliling dengan gerobak plus suara berisiknya melewati depan rumah saya. Awalnya jujur saja saya merasa sedikit terganggu dengan suara berisik itu.

Tapi tidak seperti pedagang keliling lainnya. Ada sedikit yang berbeda dengan tukang roti yang satu ini, setiap kali melintas, selalu ada sapaan ramah dari bibirnya, awalnya hanya sekedar permisi saja, dan itu dilakukannya setiap hari.

Saat pertama kali berjualan si mas itu hanya berjualan sekali sehari, di pagi hari. Kemudian sore haripun dia juga mulai keliling, sepintar terlihat orangnya lumayan rajin.

Dan selalu ciri khasnya setiap kali lewat adalah menyapa ramah semua orang yang rumahnya dilewati. Tak bisa dipungkiri, faktor itulah yang membuat dagangannya lumayan laris, embah dan mamanya Stesha bahkan menjadi pelanggan setia si mas tukang roti yang satu ini.

Saat sekarang bulan Puasa ini, dia bahkan bukan cuma dua kali sehari berkeliling, tapi menambah jam kelilingnya menjadi tiga kali, di saat Sahur. Dan efek bagusnya, itu sekaligus membangunkan orang-orang untuk segera bersantap sahur.

Ok deh, mas Tukang Roti, selamat berjuang..

*sayang ngga ada skrinsyut:mrgreen:

5 thoughts on “Tukang Roti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s