Sehat Itu Mahal


MoneyMedTSudah 3 minggu sejak Stesha boleh pulang dari rumah sakit. Sepintas semuanya sudah normal kembali, ocehannya, ketawanya, cerianya. Tapi ternyata semuanya belum 100% seperti sediakala.

Selama tiga minggu ini sudah 3x kami membawanya ke dokter Spesialis Anak untuk sekedar kontrol kesehatannya. Sedangkan hasil terakhir kontrol, dokter mengatakan bahwa Stesha masih harus rutin kontrol setiap bulan sampai 6 bulan ke depan untuk menyembuhkan radang paru-parunya. (saya kurang tau pasti radang ataukah flek). Yang pasti itu sama artinya masih ada biaya yang harus saya keluarkan lagi.

Sekedar share saja, selama 8 hari Stesha dirawat itu, cukup banyak biaya yang mesti dikeluarkan. Kira-kira rinciannya seperti ini:

  • Biaya rumah sakit 8 hari : Rp 4.9 juta
  • Biaya makan, pampers dll : Rp 1 juta
  • Biaya kontrol dokter : Rp 250 rb/kontrol x 9 kali kontrol
  • Total biaya : Rp 8.1 juta

Bener-bener angka yang fantastis buat saya, setara dengan berbulan-bulan gaji saya . Dan itu dihabiskan hanya dalam waktu sekejap saja. Memang biaya untuk kontrol setiap bulan belumlah seluruhnya saya keluarkan, tapi hitungan totalnya tetap saja terasa bahwa biaya rumah sakit itu amat sangat mahal.

Tapi di balik semua ini, sungguh saya teramat bersyukur bahwa ternyata pilihan saya untuk mengambil sebuah produk Assuransi untuk Stesha amat tepat, dan terasa sekali manfaatnya. Betapa tidak, seluruh biaya rumah sakit selama 8 hari itu 100% ditanggung, dan biaya untuk kontrol juga masih bisa diklaim meskipun tidak seluruh biaya kontrol akan dicover. Setidaknya biaya yang harus saya keluarkan menjadi relatif terjangkau untuk saya.

….

Cukup beralasan rasanya jika saya share ke temen-temen semua sekedar untuk mengingatkan, betapa amat sangat mahal harga sebuah kesehatan itu. So tidak ada salahnya jika dari sekarang (untuk anda yg belum punya) mulai memikirkan untuk membeli sebuah produk assuransi kesehatan.

Mungkin ada yang merasa biaya untuk membayar premi asuransi juga cukup mahal, saya akui : Iya lumayan mahal, tapi percayalah harga itu amat sangat murah jika dibandingkan dengan biaya yang mesti dikeluarkan manakala sudah jatuh sakit.

Terlebih karena tak semua orang cukup beruntung dapat bekerja di perusahaan mapan yang mampu memberikan jaminan kesehatan untuk karyawan dan keluarganya.

….

*gambar diambil dari sini

Dapet Tugas..


Seminggu kemarin tercatat ada dua tag yang dikirimkan ke saya untuk membuka diri tentang segala hal tentang saya. Dan saya mesti bercerita sejujur-jujurnya 10 hal fakta atau kebiasaan saya.

Hehehe,agak bingung juga sebetulnya untuk mengorek-orek sesuatu tentang diri sendiri, tapi demi menghormati dan menghargai perhatian sang Putri dan juga saudara saya yang di Bali akhirnya saya kerjakan juga tugas berbagi dari mereka berdua.

Hmmm..tapi kira-kira apa ya?

Yang jelas sih,

  • Saya suka gangguin Stesha kalo lagi bobo ,
  • Paling males kalo harus buru-buru,
  • Ngga suka ngebut kalo naik motor,
  • Cuma mau make motor tapi paling males kalo harus nyuci ,
  • Suka berburu nyamuk pake raket nyamuk,
  • Paling semangat kalo ada yang nanya tentang ngeblog (walaupun blog saya alakadarnya ),
  • Suka bikin tutorial sederhana,
  • Belum pernah kopdar dengan blogger yang lain *parah & payah *

Kira-kira begitulah 10 fakta tentang saya, boleh dikomplen kalo ada yang menurut anda saya berbohong .

Dan selanjutnya, dengan senang hati saya hibahkan tugas yang sama ini ke :

  1. Teguh, kemana aja koq ngilang?
  2. Hilda, yang baru saja saya racuni untuk ngeblog di WP, tulisanmu bagus Hil
  3. Azzy, ayo posting barunya mana?
  4. Ratu tebu, maaf ya saya jarang mampir lagi..
  5. Frater Telo, berkah Dalem Ter 😀
  6. Mas Sigid yang udah siap-siap mudik 😀
  7. …siapa lagi ya??? Ada yang mau???

Tukang Roti


Sejak beberapa bulan lalu ada seorang tukang roti yang berjualan keliling dengan gerobak plus suara berisiknya melewati depan rumah saya. Awalnya jujur saja saya merasa sedikit terganggu dengan suara berisik itu.

Tapi tidak seperti pedagang keliling lainnya. Ada sedikit yang berbeda dengan tukang roti yang satu ini, setiap kali melintas, selalu ada sapaan ramah dari bibirnya, awalnya hanya sekedar permisi saja, dan itu dilakukannya setiap hari.

Saat pertama kali berjualan si mas itu hanya berjualan sekali sehari, di pagi hari. Kemudian sore haripun dia juga mulai keliling, sepintar terlihat orangnya lumayan rajin.

Dan selalu ciri khasnya setiap kali lewat adalah menyapa ramah semua orang yang rumahnya dilewati. Tak bisa dipungkiri, faktor itulah yang membuat dagangannya lumayan laris, embah dan mamanya Stesha bahkan menjadi pelanggan setia si mas tukang roti yang satu ini.

Saat sekarang bulan Puasa ini, dia bahkan bukan cuma dua kali sehari berkeliling, tapi menambah jam kelilingnya menjadi tiga kali, di saat Sahur. Dan efek bagusnya, itu sekaligus membangunkan orang-orang untuk segera bersantap sahur.

Ok deh, mas Tukang Roti, selamat berjuang..

*sayang ngga ada skrinsyut :mrgreen: