Lebih Baik Menyalakan Lilin Daripada Mengutuk Kegelapan


Lebih Baik Menyalakan Lilin Daripada Mengutuk Kegelapan

Itu adalah kalimat terindah yang pernah kudengar dalam hidupku. Sebuah kalimat yang kudengar terucap dalam do’a bapakku suatu ketika saat aku tengah pulang beberapa waktu lalu.

Kalimat itu juga yang sanggup memberikan penghiburan bagiku setahun lalu(sampai saat ini) setiap kali menghadapi beratnya ujian kehidupan…

Kalimat itu juga yang membuatku tetap bertahan dan mampu melanjutkan hidupku yang sempat terasa tak berarti, membuatku menerima dan memaafkan diri sendiri dan bukan terjebak dalam sesal tiada akhir dan tiada guna…

Mengutuk kegelapan (menyalahkan diri sendiri, orang lain dan keadaan) memang amat sangat mudah terlebih saat mengalami sebuah kesulitan, penderitaan, kesedihan, tapi apakah itu membawa manfaat selain bertambahnya beban yang mesti dipanggul? Bukankah akan jauh lebih berguna serta bermanfaat jika mau sedikit berusaha menemukan sebatang lilin untuk dinyalakan?

Mungkin tak akan mudah, tapi dari sebaris kalimat dalam do’a bapak yang terucap dengan tulus itu, meyakinkan saya bahwa selalu tersedia sebatang lilin yang bisa dinyalakan setiap saat manakala kegelapan menyaputi jiwa…

*sebuah perenungan sederhana mengenang kepergian Steven “Mas Bembem” Hasell setahun yang lalu*

33 thoughts on “Lebih Baik Menyalakan Lilin Daripada Mengutuk Kegelapan

  1. Ah mas hari …
    Cerita itu belum aku baca …
    hhhmmm …
    ya memang betul …
    Lebih baik kita melakukan apa yang bisa kita lakukan daripada menghujat sesuati yang mana kita tidak bisa berbuat apa-apa disana …

    Thanks Mas

  2. wao, dalam banget mas kata-kata bijak bapak panjenengan.

    “lebih baik menyalakan lilin” … karena cahayanya akan memberi terang dan karena itu sesuatu yang tersembunyi akan terlihat, akan ada jalan.

    “dari pada mengutuk kegelapan” … karena kegelapan tak akan jadi terang ketika kita kutuk malah sebaliknya diri kita juga akan jadi gelap karenanya.

    tetap sehat, tetap semangat,
    biar bisa makan yang enak-enak!
    salam
    berkah dalem

  3. # akokow : tentu saja mas, seharusnya begitu😀

    # itikkecil : iya mbak Ira,sudah setahun ternyata, terima kasih.. sejauh ini saya merasa saya sanggup bertahan dan menjadi lebih kuat.

    # Artha : terima kasih mas Artha.😀

    # nh18 : iya pak Trainer, ini sebuah pelajara berharga buat saya (semoga juga buat yang lain).

    # jingga : sama-sama.😀

    # rlyna : betul bu, bertindak atau memilih diam terserah kita, tp itu jauh lebih baik ketimbang menghujat.

    # FraterTelo : matur nuwun sanget Ter,
    “Berkah Dalem”

    # Tigis : hehehe, alamiah koq. tp alangkah baiknya melakukan sesuatu ketimbang menghujat😀

    # Tigis : saya jg jarang main koq, mungkin memang saya dan mas Tigis sama-sama sibuk barangkali😀

    # nana : hehehe terima kasih mo bantuin😀

    # okta sihotang : tentu saja bro (biarpun hanya sekecil nyala lilin tp terang tetaplah terang, bisa membantu menghilangkan gelap).

  4. # puak : iya mbak bijak banget, saya belajar banyak dari kearifan bapak saya😀

    # arifrahmanlubis : yup, saya harap berguna jg buat yg lain😀
    * ups maaf koq bisa koment Arif ditelen akismet ya?

    # kucingkeren : huahahaha…kalopun naik harganya ngga sebanyak naiknya pertamax koq:mrgreen:

  5. # nana : lah kan saya berkunjung balik, soalnya nana juga udah main ke sini.
    hihihi..daripada nyulik main aja Na😀

    # syelviapoe3 : mungkin sama halnya dengan lilin yang menyala, dirinya habis terbakar tp menimbulkan teran😀

    # jingga : sama-sama😀

    # jenderal : iya memang bener😀

    # juliach : memang segala sesuatu pasti ada resikonya, tp resiko menjadi terang jelas lebih baik ketimbang mengutuk kegelapan mbak.

    # IndahJuli : baik mbak, cuma lagi blank buat nulis sesuatu😀
    Terima kasih supportnya mbak Injul.

  6. wah kata kata yg bagus dan dalam. “Lebih baik menyalahkan lilin..ucapan yg bagus sekali, sy juga merasa kita harus begitu : t’s better to accept your’re nothing then start from there, daripada mersa gede padahal cemen🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s