Customer Yang Mulia…


*seharusnya diposting sabtu, minggu atau senin kemarin…

Jumat siang kemarin ada SMS masuk ke nomor saya, pengirimnya si boss tapi beliau hanya meneruskan saja SMS itu.

Ya, boss saya hanya meneruskan SMS dari salah satu customer kami yang mulia. Ini terjadi hanya beberapa saat setelah saya menelpon customer itu perihal komplain yang telah dia sampaikan sebelumnya kepada boss saya.

Begini pesannya;

Pak, orang bapak terkesan setengah hati membantu customer, dari pembicaraan di telepon saja kami merasa tidak puas!!!

Kira-kira saya harus bereaksi bagaimana ya?

  1. Balas mengecam dengan kata-kata lebih kasar, dan menuntut pencabutan pernyataannya tersebut serta menuntut permintaan maaf .
  2. Mengadukan ke kantor polisi atas pencemaran nama baik dan menuntut pembubaran kantornya .
  3. Mengerahkan massa untuk menyerbu dan langsung mengobrak-abrik kantornya dan memaksa agar kantor itu dibubarkan saja . atau
  4. Menerima dan berusaha memahami dari sudut pandang dia sebagai customer yang notabene adalah raja, dan mencoba mengoreksi diri kemudian meminta maaf atas pelayanan yang buruk itu dan berjanji tidak akan terulang lagi . (jujur ini adalah hal terberat karena konsekuensinya harga diri dan kebanggaan saya dilecehkan dengan semena-mena).
  5. …. (silakan di isi dengan pendapat yang lain) …

note: upss, sepertinya saya lupa menambahkan, kalo sepanjang kerja sama kami dengan customer yang satu ini, nyaris tak ada satu halpun yag kami lakukan yang tidak mendapatkan kritik dan cela. Dan bisa dibilang dalam sehari ada puluhan complain disampaikan, semua dengan kalimat yang pedas dan menyakitkan seolah pekerjaan & pelayanan yang kami lakukan semuanya buruk .

salah satu complaintnya yang lain:

Pak, software bapak tidak ada Help! dan Manualnya, kami tidak percaya kalau tidak ada. Mungkin tidak di install oleh engineer anda. Sudah 2 minggu dipelajari hasilnya NOL, karena seperti orang buta disuruh melihat gajah!!

Kemudian, tidak sampai 5 menit setelah saya coba menghubungi, datang lagi complaint mereka, yang saya tulis di atas sebelumnya. Begitupun dengan Tutorial sederhana yang saya coba buatkan untuk mereka, jawaban yang saya terima adalah sebuah

Orang saya tidak idiot, buat apa tutorial seperti itu!!!

* beruntungnya saya punya blog, hal-hal begini bisa di posting daripada jadi gondok sendiri..

10 thoughts on “Customer Yang Mulia…

  1. kayaknya yang nomor empat deh, kalau orientasinya memang customer satisfaction. mungkin sebaiknya diklarifikasi juga ke customer yang bersangkutan, kurang memuaskannya di mana. standar tiap orang kan beda-beda. hitung-hitung sebagai masukan juga😀

  2. Ping-balik: Dugaan Saya Tentang Customer itu… « *hari-hari Hari

  3. 1,2,3, lagi terjadi di artis dan mahasiswa🙂
    kalau sering nyela, lebih baik putus hubungan dengan nyamuk aja😀
    setiap orang ada hak dan kewajibannya. Memang hak mereka meminta yang bagus, tapi kalau keseringan komplain, suruh aja cari sendiri.

  4. # IndahJuli : Sampai dua hari saya mikir apa yang salah dengan ucapan saya waktu itu, tapi begitu ketemu & ngerti kondisinya, ternyata ada sebabnya kenapa segitu seringnya komplen.
    Untung saya ngga melakukan opsi 123 itu:mrgreen:

    *btw, kemana aja mbak lama menghilang? thank ya comebacknya langsung mengunjungi saya & banyak nulis komen di sini😀

  5. HHH …
    Dia bukan customer yang baik ..
    dan tidak layak untuk dikatakan sebagai “yang mulia ..”

    Kustomer yang baik adalah … mereka yang mau bersama-sama dengan kita sebagai penyedia jasa menemukan permasalahan mereka dan kita membantu mereka menanggulanginya … so that they learn

    Kadang kita suka salah kaprah …
    Mentang-mentang udah beli jasa kita … trus kita diperlakukan seenaknya …

    Aku gak terima …
    Aku gak terima …
    (lha aku kok jadi meradang begini ..)

  6. sabar, mas hari, sabar, hehehehe😆 menghadapi tipe customer yang suka cerewet memang susah, tapi lebih susah lagi kalau dilayani dengan cara yang cerewet pula, hehehe😆 makin tambah cerewetnya, haks😀

  7. # nh18 : Saya sebetulnya juga ngga terima pak, soalnya ini melecehkan kebanggaan saya, tapi ya kalo dibiarkan dengan didiemin ya ngga akan kelar. Tp thank God, kemarin udah clear koq, saya tulis di posting lain.
    hihihi pak trainer mestinya banyak ketemu orang ya kan? pasti banyak pengalaman yg beginian, mbok saya diajarin pak.😀

    # Sawali Tuhusetya : ya, mau ngga mau sebagai penyedia jasa yg mesti banyak ngalah pak, meski gondok tapi ya bibir mesti tetep senyum😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s