Hasil Konversi Mitan ke Gas


IMG_0969Siang tadi, mertua saya dapat pemberitahuan dari pihak yang mewakili RT. Katanya jika mau, masih ada kesempatan untuk mendapatkan kompor dan tabung gas 3kg dari pemerintah. Tanpa perlu KTP atau KK setempat, cukup dengan selembar uang Rp 10.000 saja.

Sedari awal saya dan keluarga sama sekali tidak mengharapkan akan mendapat ’bantuan’ dari pemerintah itu. Disamping karena sejak lama kami memang sudah menggunakan gas untuk keperluan rumah tangga sehari-harinya, tapi juga karena kami belum secara resmi terdaftar sebagai warga (KTP saya masih KTP Bekasi Utara, belum Bekasi Selatan, tempat domisili kami sekarang).

Mungkin karena mertua saya memang paling rajin ke Posyandu setiap bulannya, jadi beliau cukup dikenal oleh warga dan pengurus RT, jadinya hari ini kami mendapat jatah ’bantuan’ itu.

Awalnya saya sempet sedikit protes dengan mertua saya, kenapa tawaran itu diterima, bukankah ada banyak warga lain yang lebih layak & pantas menerimanya? Saya juga kurang begitu suka kenapa untuk mendapat bantuan pemerintah (katanya gratis) tapi koq ada ’uang lelah’ Rp 10.000? Dan lagi, kami (tepatnya mertua saya) didaftar untuk menerima bantuan itu karena beliau cukup dikenal. Tapi berhubung saya ngga enak untuk ’memarahi’ mertua, akhirnya saya cuma bisa diam. (Tapi rupanya beliau mengerti ’diam’nya saya, sehingga beliau ngomong, kompor & tabung itu nanti akan diberikan ke saudara yang tidak mendapat bantuan.😀 )

Yowis mbah, terserah njenengan, tapi karena masih ngganjal di hati, saya tulis saja postingan ini dengan beberapa pertanyaan:

  1. Bagaimana dengan warga yang lain? bukankah ada kemungkinan buat sebagian warga, uang Rp. 10.000 itu jumlah yang cukup besar? jika hari ini mereka kebetulan tidak mempunyai uang sebesar itu, apakah mereka juga masih akan mendapat bantuan?
  2. Bagaimana pula jika ada warga (biasanya pendatang & hanya tinggal sebagai pengontrak rumah sewa seperti kami) yang tidak kenal dengan pengurus RT setempat?

Saya koq ngerasa, program bantuan dari pemerintah koq sering tidak tepat sasaran ya? Ah tapi apapun itu, saya tetap mendukung usaha pemerintah.

6 thoughts on “Hasil Konversi Mitan ke Gas

  1. saya juga salah satu pendukung kebijakan pemerintah. namun juga heran mengapa masih saja ada orang-orang yang menggunakan kesempatan2 untuk meraup keuntungan diri sendiri. egois. rakyat yang kecil, lemah, miskin, tersingkir semakin tidak terperhatikan.

  2. duit… duit.. duit..
    rasanya hal ini saja yg mendominasi mayoritas pemimpin bangsa.🙄 jadinya yg udah kaya tetep aja kemaruk..
    keren MasHari, andanya menolak jatah itu.. sip-sip. harus ditiru.

    jadi inget sm ketua RTku, beliaunya mengedepankan pelayanan dan pelayanan plus kebaikan dan kebaikan, jd synya sering mengingatkan.. “ojo kakehan nombok lho Pak..”. Hidup Pak RT.

  3. # FraterTelo : sepertinya karena semua orang merasa punya jasa & layak mendapat sedikit bagian dari ‘jerih payah’ itu…

    # trijokobs : wah jarang juga ada RT yang begitu mas, memang mestinya pemimpin kita itu yang jujur & polos ya?😀

    # gajahkurus : sayangnya semua orang ngerasa berhak mendapat imbalan atas ‘jasa’nya😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s