Bencana Tahu Tempe


Kalau di awal tahun ini kita disuguhi dengan berbagai bencana, saya masih bisa bersyukur karena sejauh ini aku dan keluargaku tidak mengalaminya.

Aku juga masih bisa bersyukur di saat dibanyak tempat ratusan atau ribuan orang mesti mengantre minyak tanah, kami tap perlu repot mengalaminya karena kami sudah sejak lama telah menggunakan elpiji, dan syukurlah sejauh ini harganya masih tetap.

Tapi hari ini sampai dengan waktu yang belum ditetapkan ada bencana lain yang terpaksa mesti kami alami juga, bencana tahu tempe…

Hari ini di tempat saya tak satupun pedagang di pasar menjajakan lauk pauk yang sangat Indonesia itu.

Benar-benar bencana.

Bagaimanapun juga tahu dan tempe adalah makanan favorit di rumahku. Ngga perlu makan daging ataupun ayam kalo ada tahu atau tempe, karena selain bergizi yang pasti makanan ini harganya murah (ngga peduli walaupun mengandung Formalin). Dan hampir setiap hari menu tahu atau tempe yang digoreng tersedia di rumah sebagai menu, sayang seribu sayang, hari ini menu itu terpaksa absen .

Konon itu dikarenakan kenaikan harga bahan bakunya yaitu kedelai yang harga melambung tinggi, sehingga membangkrutkan pengusaha tahu dan tempe.

Pagi tadi di TV ada berita bahwa seluruh pengusaha tahu tempe menghentikan produsinya dan mereka bersiap akan berdemo menuntut pemerintah menurunkan harga kedelai sebagai bahan bakunya.

Tapi saya ragu pemerintah akan bertindak cepat menangani bencana yang satu ini…sudah terlalu banyak pekerjaan mereka menangani becana nasional lainnya yang bertubi-tubi itu, apalagi saat sekarang merekapun tengah di sibukkan dengan sakitnya sang Jenderal Besar.

Sepertinya bencana tahu tempe ini ngga akan sampai mengusik mereka….

7 thoughts on “Bencana Tahu Tempe

  1. Betul pak, apalagi sekarang saya yakin yang akan paling didulukan pastilah Bapak Jenderal Besar.

    Soal Tahu & Tempe belakangan saja, masih banyak makanan lainnya..😦

    (sedang bersiap-siap beralih menu lain…)

  2. saya juga orang yang mengalami dampak bencana tahu tempe seprti yang bapak ceritakan. kalau gak ada tempe rasanya da yang kurang. dan sekarang memang makin sulit cari tempe. semoga saja cepat berubah lebih baik keadaan ini. dan lagi kemarin ada berita mengharukan di Kompas, seorang pedagang gorengan bunuh diri karena terlilit beban hidup. bagaimana tidak, semula kesulitan cari minyak untuk memasak, lalu harga tepung melambung, dan sekarang harga tahu tempe naik, dan sulit dicari. aduh kasihan sekali.

  3. # FraterTelo,
    Memprihatinkan nggih Ter? Saya ngga terbayang seandainya makanan sederhana itu jadi makanan mewah kelak.. Semoga saja tidak.

    (sambil ngelamun semoga nanti sore ada tahu atau tempe terhidang lagi…🙂

  4. Mas, sudah makan belum? jam istirahat lho makan dulu. Iki mau kula dapat tempe di warteg. Tapi tempenya ukurannya makin kecil, wah tipis banget sampe rak kroso tempe lagi. ngenes tenan mas. tapi gak pa2 kita nikmati saja. untung masih ada tempe walau ukurannya makin kecil dan tipis. sugeng dhahar nggih……..

  5. Pulang kerja tadi di rumah tersedia tempe goreng🙂
    Ternyata sudah mulai adalagi di pasar walaupun dengan harga yang elbih mahal ketimbang biasanya..

  6. Ping-balik: Akhirnya Ada Tahu Juga… « *hari-hari Hari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s