Yang Membuat Heboh itu…(My Hope Indonesia)


IMG_0450-1Seminggu belakangan ini, ada sebuah kehebohan (atau sebuah refleksi ketakukan yang berlebihan?) dikarenakan pesan singkat SMS atau YM tentang isu Kristenisasi.

Dan itu banyak dibahas di blogosphere juga. Tentang tayangan My Hope Indonesia atau yang diterjemahkan menjadi Sebuah Penantian, konon katanya tayangan itu akan disiarkan serentak di beberapa stasiun TV, tapi yang sudah pasti akan menayangkannya adalah RCTI. Diberitakan juga bahwa tayangan itu telah disiapkan secara khusus dengan berpuasa sebulan penuh oleh kalangan Kristen dengan tujuan untuk menghipnotis pemirsanya yang belum mengimani Yesus menjadi menerima dan mengimaninya. Di India katanya tayangan serupa telah membuat jutaan orang bertobat dan menjadi Kristen.

Duh..bombastis sekali, dan tentu saja hal-hal kontroversi begini sudah pasti akan banyak sekali yang menanggapi (sebagian sepertinya tanpa ada klarifikasi) dengan banyak himbauan khusus bagi umat Muslim untuk mematikan TV saat tayangan berlangsung, bahkan kalau yang ingin menonton diwajibkan dengan mengambil wudhu terlebih dulu. ???

Sepintas yang terlintas di benak saya adalah reaksi tersebut koq terasa berlebihan sekali. Orang memang sebaiknya waspada dalam segala hal, tapi ini koq sepertinya bukan sekedar kewaspadaan tapi lebih terasa sebagai sebuah ketakutan. Ketakutan karena apa saya juga ngga begitu ngerti.

Pagi tadi sengaja saya membeli sebuah harian pagi "Koran Sindo", karena biasanya jadwal acara TV selalu ada di semua koran, dan ternyata memang benar tercantum pada jam 16:30 ada tayangan FTV Natal: Sebuah Penantian tapi cuma ada di stasiun RCTI saja koq, ngga ada di stasiun TV lain. (Jadi sepertinya ngga bener kalo tayangan My Hope (Sebuah Penantian) itu ditayangkan serentak di beberapa stasiun TV.)

Sebetulnya apa anehnya di bulan desember yang sudah pasti memang bertepatan dengan suasana Natal, sebuah stasiun TV menayangkan sebuah acara bertemakan Natal? Di koran Sindo yang saya beli itu jelas-jelas menyebutkan itu tayangan FTV Natal. Ya FTV NATAL. Bukankah sangat lazim sekali stasiun TV menayangkan acara tematik keagamaan seperti itu? Cek deh, setiap kali bulan Ramadhan pasti berjibun acara bertema Ramadan (Sinetron, talk show dll).

Yang mungkin perlu diklarifikasi menurut saya sebenarnya adalah, benarkah ada ritual doa dan puasa yang mengiringi tayangan itu dengan tujuan agar pemirsanya terhinotis dan kemudian murtad dan menjadi Kristen. Benarkah ada hal-hal itu? ataukah ritual itu memag ada dan dilakukan tapi dengan tujuan agar tayangan itu sukses ditayangkan di TV? Sukses seperti apa?

Begini, tidak bisa dipungkiri, ada banyak orang Kristen dan Katolik sendiri yang hanya beragama KTP. Ngga sepenuhnya mengimani iman Kristen (seperti saya misalnya ), karenanya bisa jadi tayangan itu disiapkan dengan doa dan ritual puasa dengan tujuan agar kalangan kristen KTP menjadi tersentil imannya dan bertobat? Bukankah itu sebuah kesuksesan? Membawa kembali domba-domba yang tersesat itu kembali ke kandangnya?

Kalaupun sampai ada yang umat lain yang ikut-ikutan tersentil imannya dan kemudian berubah menjadi Kristen, saya koq ngga begitu yakin itu akan terjadi ya? Misal sampai terjadi, saya yakin kalau mereka itu pasti beragamanya hanya di KTP saja.

Pertanyaan saya sekarang "Kira-kira mana yang lebih bagus atau lebih benar ya, Si Anu beragama X tetapi hanya di KTP atau Si Anu yang pindah ke agama Y dan benar-benar sepenuh hati menjalankan ajaran agama Y setelah menonton sebuah tayangan FTV?"

Dilematis, seperti kutipan cerita yang pernah saya baca dibawah ini, (sayangnya saya lupa dari buku apa).

Ada dua orang politisi yang bersahabat karib, si A & Si B dari sebuah partai X. Suatu ketika, si B setelah melihat program kerja partai Y yang dirasa lebih sejalan dengan ideologinya, maka memutuskan untuk pindah ke partai Y.

Bagaimana reaksi si A? Dia berubah menganggap si B adalah seorang musuh karena di telah berkianat.

Si C dari partai Y bereaksi berbeda, dia menganggap si B adalah sahabat dan saudara karena si B telah melihat kebenaran dan bertobat.

Eh, kenapa jadi ngomongin partai ya? tapi saya yakin anda ngerti maksud saya kan? Saran saya sih seandainya anda Muslim, nonton atau engga nonton tayangan My Hope (Sebuah Penantian) itu, tetaplah loyal dengan agama anda. Ya tetaplah Loyal karena kalau tidak itu berarti anda adalah pengkhianat dan mungkin darah anda akan dianggap halal lho.

Sekarang tanggal 15 Desember dan sudah jam 16.30 lewat, dan saya sedang nonton FTV itu, dan sepertinya saya terhipnotis…

Update: Sepertinya dugaan saya sejak awal benar, sama sekali ngga ada yang heboh dengan tayangan FTV itu. Ceritanya tentang pergulatan bathin seorang anak yang sudah menjadi dewasa dan tidak dapat menerima kembali ayah telah menyesal dan bertobat, karena si anak masih merasa sakit hati dengan apa yang sang ayah lakukan dulu semasa dia kecil yaitu meninggalkan keluarga dan pergi dengan wanita lain.

Menurut saya itu tema cerita yang biasa-biasa saja. Mungkin hanya pemerannya saja yang istimewa -karena kebetulan saya menyukai mereka- yaitu Restu Sinaga, Rudi Salam, Nana Mirdad. Oia saya lupa, satu-satunya keistimewaan FTV ini adalah kerena dikabarkan sebagai misi gereja atau Kristenisasi.

Tapi sejujurnya saya masih penasaran, adakah yang terhipnotis???

22 thoughts on “Yang Membuat Heboh itu…(My Hope Indonesia)

  1. kalo pendapat saya simple aja mas, kita satu Indonesia jadi jangan terlalu ribut hanya karena acara TV, yan penting satu aja harus di jaga tetap bersatu dan mari bersama majukan bangsa. oh ya masalah RCTI kok parabola agus susah banget ya dapat siaran RCTI dengan baik, ada yang bisa nolongin kasih saran atau petunjuk gak

  2. nama juga FTV jadi sah-sah sajalah kalo mau nonton n kalo kita sudah teguh dengan satu keyakinan, yakin deh ga bakal terhipnotis…
    selamat idul adha, selamat natal dan tahun baru ya untuk semua

  3. gak nonton.mana sempet.ga ada tv sih.meskipun gitu, gua gak suka pilem sih.palagi sinetron indonesa.banyak mistik,tahayyul,de el..el, n bisa bikin lupa waktu.ya maap2 aja..

  4. saya sih sudah membiasakan untuk tidak menonton sinetron karena banyak mudhorotnya dari baiknya terutama untuk building caracter anak kita, apalagi sudah ada pembicaraan bakal membawa misi seperti itu, dampak sebuah misi tidak bisa dilihat dalam waktu satu dan dua hari, tapi generasi ke generasi, sekarang no problem tapi generasi besok kita gak pernah tahu, yang merasakan generasi pengganti kita.

  5. Tapi sejujurnya saya masih penasaran, adakah yang terhipnotis???

    iya eh, saya juga penasaran. sayang banget pas jam tayangnya malah ga ada waktu. apa ada yang bisa lacak kabar-kabur itu sumber mulanya siapa. Jangan-jangan modus untuk meraih rating.

  6. Menurutku ngga ada tuh yang katanya film ini “menghipnotis”. Kataknya pemilihan katanya kurang tepat deh.. Ini kan FTV Natal. Kalo menghipnotis itu kesannya pakai “kuasa gelap / gaib”, padahal ini film general banget storynya. SIMPLE tapi PESANNYA DALAM BANGET. Aku suka……

    Makanya, jangan suka dikit2 mencurigai sesama.. Ngga baik. Rugi sendiri. Lebih baik kita sebagai bangsa indonesia saling menghargai, menghormati, mengasihi satu sama lain. Indahnya toleransi beragama harus senantiasa dijaga…. Jangan suka menyebar isu kalau belum benar2 terbukti kebenarannya.

    Tuhan Yesus memberkati semua..

  7. Jangan kuciwa! Ada re-runnya di TVRI, tanggal 24 Des 07, jam 20.00-21.00. Jadi yang masih penasaran bisa nonton sinetron Penantian. tapi udah usah siap-siap untuk sampai terhipnotis segala lah…🙂

    Inti ceritanya memang tidak seheboh dan sebombastis yang disiarkan oleh orang-orang kok. Tapi bayangkan kalau anda sendiri yang menjadi pemain utamanya: apakah bersedia mengampuni orang tua yang menyakiti anda dan ibu anda sendiri?

    kalau jadi penonton sih emang enak, kasih komentar ini itu gampang. praktek tentang pengampunan adalah sulit kalau tidak dengan dibantu oleh kuasa Tuhan untuk mengangkat akar pahit dari dalam hati orang itu.

  8. @ All
    wah..wah, saya absen ngeblog beberapa hari, ngga nyangka ternyata rame juga..Terima kasih untuk semuanya yang udah mampir ya…salam kenal dan Selamat Idul Adha

  9. Kok dikit2 curiga heran , jangan2 nanti ama tetangga curiga juga …. wah wah gawat neh klo udah punya pikiran seperti ini.
    Tapi aku lebih yakinnya emang isu ini dihembuskan dengan ada beberapa kemungkinan tujuan:
    -mendongkrak rating film itu sendiri
    -provokasi biar ada ketegangan antara 2 agama, apalagi isu agama kan paling sensitiv.
    Saran saya, pikir dulu cerna baek2 sebelum jgn menelan bulat2 berita yg ga jelas asal usulnya itu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s