Natalku…tanpa kue-kue, pohon Terang juga tanpa Lagu-lagu Natal…


Bulan Desember sudah memasuki minggu kedua, Natal sudah semakin dekat. Tapi suasana Natal hampir ngga terlihat. Semua nampak biasa saja. Mungkin juga jika ngga melihat kalender dan membaca bulan Desember yang tertera di sana, aku ngga akan menyadari kalo sekarang sudah hampir Natal. Duh segitu parahnya diriku, sampai-sampai melupakan hari raya agamanya sendiri (dasar kafir … ).

Umumnya keluarga-keluarga kristiani dalam menyambut Natal selalu tak pernah melewatkan hal-hal berbau Natal seperti menghias rumah dengan memasang pohon Natal, menyiapkan kue-kue (walaupun setahuku ngga ada kue bertema Natal , tapi mungkin buat sebagian orang hari raya tanpa kue-kue rasanya kurang afdol) dan tak lupa memutar musik bertema Natal macam Malam Kudus, Jingle Bells atau White Christmas.

Pohon NatalBerbeda dengan keluargaku, kami sama sekali ngga mempunyai tradisi menyambut Natal seperti umumnya keluarga kristiani yang lain. Yang kami lakukan hanyalah mengikuti misa Natal di gereja itupun seringkali ngga barengan sekeluarga karena kadang aku ke gereja dengan teman-temanku, just it. Bahkan saling berkunjung ke rumah kerabat dan keluarga untuk saling mengucapkan selamat Natalpun ngga pernah kami lakukan, tradisi saling berkunjung saat Natal justru malah kutemukan di Bandung di tempat saudara sepupuku.

Tapi karena semua saudaraku bersekolah di sekolahan Katolik, maka walaupun dirumah sama sekali ngga terlihat suasana Natal, tapi kemeriahan Natal tetap dapat kami rasakan di sekolah, di lingkungan, di kelompok muda-mudi (Mudika) dll.

Sekarang setelah berkeluarga dan tinggal di perantauan, tetap saja ngga terlihat suasana Natal di rumahku. Sebetulnya sejak lama sekali aku pengin mempunyai pohon Natal yang bisa dihias di awal bulan Desember, memutar lagu-lagu Natal favorit. Tapi sampai sekarang keinginan itu sama sekali belum bisa kuwujudkan (kurasa aku terlalu miskin sehingga ngga sanggup membeli pohon Natal kecil seharga ratusan ribu ???:).

Sementara yang bisa kulakukan sekarang hanyalah menulis postingan ini dan menyelipkan gambar pohon Natal. Lumayan daripada engga kan?

(Aku nulis postingan ini bukan berarti aku religius, mungkin malah kebalikan karena sudah beberapa bulan ini aku absen ngga ke gereja manapun. Tapi walaupun begitu Natal buatku tetaplah sangat berarti, karena saat Natal (juga Paskah) selalu mengingatkan akan kasih Tuhan yang selalu hadir untukku dan tak pernah menjauhiku walopun aku seringkali menjauhkan diri dariNya.)

Selamat Natal semuanya…..

9 thoughts on “Natalku…tanpa kue-kue, pohon Terang juga tanpa Lagu-lagu Natal…

  1. selamat natal temanku,
    biarlah dengan damai natal dapat memperbaharui kehidupan kita dari hari ke hari, amin
    juga selamat memasuki tahun baru…pastikan tahun baru lebih baik dari tahun yang sudah lalu

  2. @ Mas Heru,

    Salam kenal juga dan Selamat Natal serta selamat liburan panjang juga, terimakasih sudah berkunjung di blog jelek ini.

    @ Onna,
    Selamat Natal & Tahun baru ya, makasih selalu berkunjung ke sini ya..

  3. selamat natal y.. Tapi sy lebih sedih karena ga bisa merayakannya bersama keluarga dan teman dekat dirumah.. soalnya dari kampus ga ada liburr hikzz… sekali lagi selamat Natal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s