Beranda > 311555, Celoteh, My Life > Terlanjur…

Terlanjur…

Apa boleh buat…

Terlanjur saya menikahinya…

Terlanjur saya telah menjadi papa dari anak-anak yang dilahirkannya…

Tak ada lagi yang bisa saya lakukan, selain…

Berusaha dengan sepenuh hati melakukan semua yang terbaik untuknya…

Membahagiakannya…

Menemaninya dalam sehat ataupun sakit…

Dan tidak akan pernah menggantikannya dengan siapapun.

*ah masih pagi begini posting beginian ..btw, selamat menunaikan ibadah puasa..

Categories: 311555, Celoteh, My Life
  1. September 2, 2008 pukul 9:52 am | #1

    Ulangtahun pernikahankah?
    terima kasih atas ucapannya, maaf kalau ada kata-kata saya yang menyinggung…

  2. September 2, 2008 pukul 3:19 pm | #2

    # itikkecil : ah engga’ koq, bukan ultah pernikahan. Cuma kebetulan terlintas aja.

    *dimaafkan pastinya :D

  3. September 2, 2008 pukul 9:53 pm | #3

    :) Keiklasan akan membawa kita ke dalam nuansa bahagia sekeluarga

  4. ika
    September 3, 2008 pukul 7:26 am | #4

    walah… lagi ngapa to Har???
    dalam suka dan duka, dikala untung dan malang
    slogankah?
    hehehehe

  5. September 3, 2008 pukul 8:42 am | #5

    # Artha : nah itu dia mas Artha. Itu yg saya terus perdalam :D

    # ika : hehehe, sebenernya lagi sebel mbak Ika. Mamanya Stesha sering banget nanya yg berhubungan dengan komitmen.
    Ya sudah saya pertegas saja, bahwa apapun yg sudah terjadi, wong sudah terlanjur ya saya harus membuatnya menjadi yg terbaik :D

  6. September 3, 2008 pukul 10:40 am | #6

    sudah terlanjur sayang….
    satu satu sayang istri
    dua dua sayang anak
    tiga tiga sayang saya

    *dijitak-jitak*

  7. September 3, 2008 pukul 3:21 pm | #7

    # tukangobatbersahaja : hehehe yg ketiga sepertinya menarik tuh :D

    *ups, lupa..komitmen..komitmen :mrgreen:

  8. September 3, 2008 pukul 4:35 pm | #8

    Hihihi…ketahuan…. kalau menemukan satu lagi kata paling mahal di dunia: “TERLANJUR”! Dua kata termahal lainnya: “WIS TAUUUUU…!!!”

    Hihihi… aku pengen ngomong kaya gitu itu ning ra wani! :mrgreen:

  9. September 3, 2008 pukul 4:47 pm | #9

    # Kandar Ag. : paling mahal pripun tho mas Kandar?

    btw, saya ngomong ini ke mamany Stesha lho mas. Sudah terlanjur…
    tp daripada nyari-nyari yg lain, saya lebih milih “bekerja sama dengan setulus hati terhadap sesuatu yang tidak terhindarkan itu.”
    Kadung nyemplung ya sudah basahin total sekalian :D

    *rawani ngomong gitu ke siapa mas? :mrgreen:

  10. September 4, 2008 pukul 9:36 am | #10

    Ada yang kurang, mas Hari…

    “Terlanjur bahagia hidup dengannya”
    “Terlanjur mengatakan ‘I love you’ ”

    he..he…
    *peace, mas Hari..peace

  11. September 4, 2008 pukul 1:44 pm | #11

    Salut mas! keterlanjuran itu bukanlah masalah. yang terpenting adalah bagaimana menyikapi keterlanjuran itu? Iklas dan Bersyukur!

    Berkah Dalem

  12. September 4, 2008 pukul 5:32 pm | #12

    semoga ridho allah bersama membangun keluarga yang sakinah mawddah warahmahh amin.

  13. September 4, 2008 pukul 6:25 pm | #13

    semua sudah ditentukan Tuhan…
    semoga bisa menjaga sampai akhir hayat :)
    hav nice ramadhan :)

  14. September 5, 2008 pukul 8:58 am | #14

    terlanjur posting :D

    eh…….terlanjur komen…….

    yah……..biarin aja lah, gpp hehehe…

    *anak kyundang !!!*

  15. September 5, 2008 pukul 3:03 pm | #15

    # syelviapo3: hehehe..boleh jg itu ditambahkan :D

    # FraterTelo : betul Ter. Menikmati keterlanjuran :D

    # fahrizalmochrin : Amin….

    # aRul : betul mas. sama-sama, selamat berpuasa.

    # jingga : untung saja komentar jingga ngga terlanjur saya hapus :mrgreen:

  16. September 5, 2008 pukul 11:08 pm | #16

    menjadi seperti mentari, selalu memberi, menyinari, tak harap kembali. *halah* :cool:

  17. September 7, 2008 pukul 9:56 am | #17

    Sepertinya sebuah penyesalan yang penuh kenikmatan ya? :)

  18. September 7, 2008 pukul 10:37 am | #18

    Saya juga terlanjur kumentar, tp gpplah..

    salam kenal Om… dan istrinya, anaknya juga…

    :mrgreen:

  19. September 7, 2008 pukul 12:18 pm | #19

    cie so sweet :)

  20. September 8, 2008 pukul 10:26 am | #20

    Haduh, kenapa tuh sampai Istri bertanya-tanya soal komitmen, Mas?
    Tapi, kalo bilang terlanjur, kok kayaknya rada negatif ya.. hihihi…

    Eniwei,
    mungkin cuman masalah kata-kata aja.. karena saya tahu banget, Mas Hari cinta sekali sama Istri… :)

    Apa kabar, Mas?

  21. September 8, 2008 pukul 12:24 pm | #21

    weits…. terlanjur… :lol:

    maapkan saya juga mas hari… saya juga udah telanjur menikahi swami saya… udah mengandung anaknya jugak… :lol:

    *apaan sih?*

  22. September 8, 2008 pukul 3:06 pm | #22

    # sitijenang: weh, tp betul juga itu.

    # adit: hehehe, yg terpenting kan endingnya mas :D bukan di sesalnya.

    # wongbagoes: hehehe terima kasih :D

    # hanggadamai: apanya Hang? :D

    # jeunglala: masalahnya saya sama saja dengan semua lelaki lainnya di dunia, susah sekali mengungkapkan dengan kata-kata, kadang mamanya Stesha (sepertinya) menginginkan ungkapan lewat kata-kata :D
    memang terlanjur koq, mo negatif atau engga, buat saya ngga jadi masalah, lagipula yang terpenting kan di endingnya. :D
    so..?
    karena sudah terlanjur, ngga ada salahnya kalo saya melengkapkan itu menjadi sebuah kebahagiaan, ya ngga La? :D

    # carra: hehehe, ya sudah lanjutkan saja menjadi sebuah kebahagiaan :D

  23. September 9, 2008 pukul 10:33 am | #23

    terlanjur udah menclok ke sini,
    kan gak afdol kalo gk kasih komentar lagi..

    tambah koment lagi…biar pas jadi 23 :d

  24. September 9, 2008 pukul 1:38 pm | #24

    # jingga: hehehe, jadi malu.. belum update postingan lagi nih :D

  25. September 11, 2008 pukul 1:59 pm | #25

    Mustinya judulnya dipanjangin, Mas. “Terlanjur Cintah…”

  26. September 11, 2008 pukul 2:10 pm | #26

    # Meekaela : :mrgreen:

  1. Belum ada trackback.