Terlanjur…
Apa boleh buat…
Terlanjur saya menikahinya…
Terlanjur saya telah menjadi papa dari anak-anak yang dilahirkannya…
Tak ada lagi yang bisa saya lakukan, selain…
Berusaha dengan sepenuh hati melakukan semua yang terbaik untuknya…
Membahagiakannya…
Menemaninya dalam sehat ataupun sakit…
Dan tidak akan pernah menggantikannya dengan siapapun.
*ah masih pagi begini posting beginian
..btw, selamat menunaikan ibadah puasa..






Ulangtahun pernikahankah?
terima kasih atas ucapannya, maaf kalau ada kata-kata saya yang menyinggung…
# itikkecil : ah engga’ koq, bukan ultah pernikahan. Cuma kebetulan terlintas aja.
*dimaafkan pastinya
walah… lagi ngapa to Har???
dalam suka dan duka, dikala untung dan malang
slogankah?
hehehehe
# Artha : nah itu dia mas Artha. Itu yg saya terus perdalam
# ika : hehehe, sebenernya lagi sebel mbak Ika. Mamanya Stesha sering banget nanya yg berhubungan dengan komitmen.
Ya sudah saya pertegas saja, bahwa apapun yg sudah terjadi, wong sudah terlanjur ya saya harus membuatnya menjadi yg terbaik
sudah terlanjur sayang….
satu satu sayang istri
dua dua sayang anak
tiga tiga sayang saya
*dijitak-jitak*
# tukangobatbersahaja : hehehe yg ketiga sepertinya menarik tuh
*ups, lupa..komitmen..komitmen
Hihihi…ketahuan…. kalau menemukan satu lagi kata paling mahal di dunia: “TERLANJUR”! Dua kata termahal lainnya: “WIS TAUUUUU…!!!”
Hihihi… aku pengen ngomong kaya gitu itu ning ra wani!
# Kandar Ag. : paling mahal pripun tho mas Kandar?
btw, saya ngomong ini ke mamany Stesha lho mas. Sudah terlanjur…
tp daripada nyari-nyari yg lain, saya lebih milih “bekerja sama dengan setulus hati terhadap sesuatu yang tidak terhindarkan itu.”
Kadung nyemplung ya sudah basahin total sekalian
*rawani ngomong gitu ke siapa mas?
Ada yang kurang, mas Hari…
“Terlanjur bahagia hidup dengannya”
“Terlanjur mengatakan ‘I love you’ ”
he..he…
*peace, mas Hari..peace
Salut mas! keterlanjuran itu bukanlah masalah. yang terpenting adalah bagaimana menyikapi keterlanjuran itu? Iklas dan Bersyukur!
Berkah Dalem
semoga ridho allah bersama membangun keluarga yang sakinah mawddah warahmahh amin.
semua sudah ditentukan Tuhan…
semoga bisa menjaga sampai akhir hayat
hav nice ramadhan
terlanjur posting
eh…….terlanjur komen…….
yah……..biarin aja lah, gpp hehehe…
*anak kyundang !!!*
# syelviapo3: hehehe..boleh jg itu ditambahkan
# FraterTelo : betul Ter. Menikmati keterlanjuran
# fahrizalmochrin : Amin….
# aRul : betul mas. sama-sama, selamat berpuasa.
# jingga : untung saja komentar jingga ngga terlanjur saya hapus
menjadi seperti mentari, selalu memberi, menyinari, tak harap kembali. *halah*
Sepertinya sebuah penyesalan yang penuh kenikmatan ya?
Saya juga terlanjur kumentar, tp gpplah..
salam kenal Om… dan istrinya, anaknya juga…
cie so sweet
Haduh, kenapa tuh sampai Istri bertanya-tanya soal komitmen, Mas?
Tapi, kalo bilang terlanjur, kok kayaknya rada negatif ya.. hihihi…
Eniwei,
mungkin cuman masalah kata-kata aja.. karena saya tahu banget, Mas Hari cinta sekali sama Istri…
Apa kabar, Mas?
weits…. terlanjur…
maapkan saya juga mas hari… saya juga udah telanjur menikahi swami saya… udah mengandung anaknya jugak…
*apaan sih?*
# sitijenang: weh, tp betul juga itu.
# adit: hehehe, yg terpenting kan endingnya mas
bukan di sesalnya.
# wongbagoes: hehehe terima kasih
# hanggadamai: apanya Hang?
# jeunglala: masalahnya saya sama saja dengan semua lelaki lainnya di dunia, susah sekali mengungkapkan dengan kata-kata, kadang mamanya Stesha (sepertinya) menginginkan ungkapan lewat kata-kata

memang terlanjur koq, mo negatif atau engga, buat saya ngga jadi masalah, lagipula yang terpenting kan di endingnya.
so..?
karena sudah terlanjur, ngga ada salahnya kalo saya melengkapkan itu menjadi sebuah kebahagiaan, ya ngga La?
# carra: hehehe, ya sudah lanjutkan saja menjadi sebuah kebahagiaan
terlanjur udah menclok ke sini,
kan gak afdol kalo gk kasih komentar lagi..
tambah koment lagi…biar pas jadi 23 :d
# jingga: hehehe, jadi malu.. belum update postingan lagi nih
Mustinya judulnya dipanjangin, Mas. “Terlanjur Cintah…”
# Meekaela :