Jum’at minggu kemarin, mamanya Stesha nelpon kakaknya untuk mengabarkan Stesha dirawat inap di rumah sakit. Sebetulnya saya agak sedikit enggan, serba salah, sungkan dan tidak enak ada musibah begini, saudara tidak dikabari, tapi ngabari koq kesannya kami mengharapkan bantuan (finasial).
Memang secara finansial, saya tau banget kakak mamanya Stesha memang jauh lebih mapan, dan dulu saat (alm) Steven beberapa kali sakit hanya mereka harapan saya satu-satunya.
Sepertinya setelah beberapa kali kejadian, saya merasakan kalo sebetulnya mereka enggan menjadi tumpuan harapan, mungkin karena mereka juga punya banyak kebutuhan, lagipula toh sayalah yang semestinya memberikan jaminan kesehatan untuk anak-anak saya.
Sebetulnya saya malu menjadi ’benalu’ , kesannya saya ngga becus ngurus keluarga, hanya karena tak ada pilihan lain, terpaksa saya buang jauh-jauh rasa malu dan mengemis minta bantuan ke saudara.
…itu dulu saudara-saudara..
Sekarang saya sudah banyak belajar dari pengalaman itu, kondisinya sudah jauh berubah. Secara finansial memang kami masih terbatas, tapi setidaknya kebutuhan akan jaminan kesehatan sudah menjadi prioritas utama saya.
Jadi…
Sebetulnya mamanya Stesha menelpon kakaknya hanya untuk mengabarkan Stesha dan mesti rawat inap. Itu saja, kami tak lagi mengharapkan bantuan finansial apapun. Ditengok saja sudah lebih dari cukup!
Kakak mamanya Stesha bilang besok dia akan datang, tapi nungguin Kiki anaknya pulang sekolah, begitu katanya setelah selesai menelepon.
Waktu berlalu…
Sampai jam kunjung hari Jum’at, Sabtu, Minggu dan Senin sore berakhir, tak ada tanda-tanda kakaknya mama Stesha bakalan dateng. Besoknya, sama saja. Bahkan sekedar nelpon mengabarkan kalo ngga bisa dateng pun sama sekali engga. ![]()
Ah, sepertinya memang kakaknya mama Stesha ngga bakalan nengok..
Mungkin masih berbekas memori lama, betapa kami selalu mengharapkan bantuan biaya..
![]()
Ya sudahlah, daripada merepotkan mending engga usah ditengok juga ngga apa (meskipun mungkin itu membuat mamanya Stesha sedikit kecewa) toh yang terpenting Stesha sembuh.
…
Beberapa tetangga ada yang sempat menengok -terima kasih banyak-, tapi ada juga yang berbasa-basi mengatakan belum sempat menengok dan mereka meminta maaf.
..
pfiuuuuh…
Saya tak bermaksud bersikap sinis mendengar basa-basi itu, tapi sudahlah… saya amat yakin mereka bukannya belum sempat, karena kalau mau menyempatkan diri, hari Sabtu-Minggu kemarin mestinya bisa. Tapi mungkin ada alasan yang lain selain karena belum sempat.
Mungkin kebiasaan umum di masyakat kita yang membuat mereka belum bisa menyempatkan diri menengok tetangga yang sakit. Ya kebiasaan membawa buah tangan. Seolah jika mengunjungi tetangga yang sakit di rumah sakit tanpa membawa apa-apa adalah teramat memalukan.
Padahal, buat saya pribadi, dikunjungi saja sudah lebih dari cukup. Ya buat saya itu lebih berarti karena membuat saya merasa bahwa dalam kesulitan kami tak sendiri. Secara mental di saat sedang berkesusahan, kedatangan teman, tetangga dan terlebih saudara, tentulah amat berguna, walaupun mungkin beban biaya tetap mesti ditanggung sendiri…
…
Tapi thanks God, apapun itu, sekarang Stesha sudah sembuh dan boleh pulang, dan thanks again, keputusan saya mengambil asuransi kesehatan buat Stesha sudah sangat tepat, saya tak perlu lagi menggantungkan kebutuhan biaya saat sakit (yang muahalnya minta ampun itu..) ke kantor, teman, tetangga juga saudara…![]()
Terima kasih juga buat teman-teman dan saudara Blogger untuk semua supportnya:
Max Breaker, mas Artha, jeunglala, paman goop, takochan, hanggadamai, uwiuw, mas Sigid, pak Trainer, syelviapo3, jingga, FraterTelo.
Agustus 29, 2008 at 11:37 am
syukurlah skarang Stesha udah sembuh
Agustus 29, 2008 at 11:45 am
ikut senang mendengar stesha sudah pulang
btw, sakitnya apa sih mas?
barangkali nanti di antara pembaca ada yang dokter, kemudian kasih saran apa yang perlu dilakukan dalam masa penyembuhan kan lumayan mas, informasi baru
Agustus 29, 2008 at 11:48 am
jangan mengharapkan apa-apa dari siapa-siapa mas.. biar nggak kecewa..
aku ikut seneng anak njenengan udah sembuh..
Agustus 29, 2008 at 1:49 pm
# edy : iya mas, dan lebih bersyukur lagi saya sama sekali tidak keluar biaya
semua sudah tercover oleh asuransi
# goop : Makasih paman. Bener jg sampeyan paman, barangkali ada rekan blogger yg seorang dokter ya? menurut dokter, Stesha kena infeksi di saluran cerna dan infeksi saluran kencing, ada juga bronchitis (bener ngga ya nulisnya?).
btw, makasih ya supportnya paman goop.
# ulan : yap. betul sekali ulan, itu pelajaran penting yg saya dapet, sedapat mungkin tidak mengandalkan orang lain.
Makasih ya Ulan..
Agustus 29, 2008 at 2:29 pm
syukurlah stesha sekarang sudah sembuh
Agustus 29, 2008 at 2:52 pm
Alhamdulillah Stesha sudah sembuh Mas
Selamat ya
Agustus 29, 2008 at 3:37 pm
# itikkecil : iya mbak Ira, makasih..
# Max Brekar : thanks Max.
Agustus 29, 2008 at 4:16 pm
tetap sabar dan berpikir positif, itu yg saya suka dari artikel ini. saya juga yakin akan selalu ada pertolongan untuk mas Hari, selalu ada teman berbagi, selalu ada jalan keluar. salam buat keluarga, semoga sehat terus, semoga segala urusan mas Hari dimudahkan dan semakin baik kesejahteraannya.
tetap semangat bro.. ^_^
Agustus 29, 2008 at 10:03 pm
seneng rasanya ketika saya baca smsnya mas *hari bahwa stesha sudah sembuh
Agustus 29, 2008 at 11:00 pm
Hai, Mas.
Alhamdulillah Stesha uda sehat dan kembali ke rumah.
Soal kakak ipar… Hm, udahlah. Mari jangan berprasangka. Anggap saja memang sedang repot sampai mengabaripun ga sempat, daripada sakit hati sendiri kan?
Yang penting Stesha sembuh. Itu aja….
Agustus 30, 2008 at 11:56 am
Sabar, mas…sabar….
)
Mungkin mereka memang belum sempat…(jadi inget..kadang juga suka kelewat waktu jenguk…Soalnya pas mo jenguk, si pasiennya udah keburu pulang dari RS..
Alhamdulillah…PUt turut senang stesha sudah membaik…Semoga kembali pulih seperti sedia kala, ya, mas..
September 1, 2008 at 9:43 am
alhamdulillah , ikut senang dengernya.
eh tp emang bener ya, ketika kita sakit dan ada yg jenguk itu rasanya seneng . munkin basically karena ada yang memperhatikan gitu ya. secara manusia biasa, tentu mendapatkan perhatian itu menyenangkan rasanya.
btw sekalian mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa mas
September 1, 2008 at 3:03 pm
HHmmm Mas Hari …
… yang penting Stesha sembuh …
Dan mas Hari betul … ada orang nengok ke rumah sakit aja senengnya bukan main …
Namun juga jangan sampai ngalor-ngidul … ngobrol dirumah sakit berlama-lama sampe pasiennya ndak bisa tidur …(hehehe)
(pengalaman pribadi nungguin Ibu yang sakit nih )(ada orang yang mbesuk, kayak ronda malem… lammaaaa buanget ngocehnya, ibu ampe kelelahan ngadepinnya…)
September 1, 2008 at 3:53 pm
alhamdulillah…
semoga stesha terus sehat mas…
saya selalu mendoakan kebahagiaan di keluarganya mas hari
September 1, 2008 at 5:05 pm
# cantigi : atur nuhun kang, ini sebuah pelajaran berharga buat saya untuk menghadapi apapun masalah dengan kekuatan sendiri, tidak mengandalkan orang lain, sekalipun itu adalah saudara.
# Artha : terima kasih banyak ya mas Artha untuk doa dan supportnya. Salam untuk keluarga.
# jeung lala : betul La, yg penting Stesha sembuh. Saya bukan mo berprasangka, saya hanya nyesel karena sepertinya ngasih kabar koq cuma jadi bikin saudara direpotkan…
# syelviapoe3 : makasih ya Put.
# jingga : yup begitulah, sedikit perhatian adalah obat yg mujarab
# nh18 : hehehe, kalo yg saya alami kemarin banyak yg nengok itu pas udah mo jam bezuk abis, jadinya sampe diusir2 gitu deh
# aRul : makasih banyak mas aRul.
# All : selamat menunaikan ibadah puasa.
September 3, 2008 at 10:25 am
ah syukurlah udah sembuh. jadi, asuransi yg bayar ya ? memang asuransi berguna sekali lho, meski bayar preminya terasa berat.
September 3, 2008 at 10:30 am
# mercuryfalling : iya mak, semuanya dibayarin. Saya cuma ngeluarin duit rp 9600. itupun gara-gara ada thermometer yg dipecahin
wong biaya rumah sakit selama 9 hari itu setara dengan beberapa bulan gaji saya koq
Soal bayar premi, karena udah mulai terbiasa ya ngga terasa berat lagi mak. Lagipula terasa banget manfaatnya
September 4, 2008 at 1:40 pm
Puji Tuhan, sekarang sudah bisa main dan gembira lagi.
Berkah Dalem
September 5, 2008 at 4:35 pm
[...] dimalam hari, padahal beberapa bahan postingan sudah disiapkan, seperti berita dari mas *Hari yang mengabarkan kesembuhan Stesha, akan tetapi terbengkalalai begitu saja. belom sempat di garap. Eh kemaren juga [...]
September 5, 2008 at 4:41 pm
# FraterTelo : inggih Ter. Walaupun masih harus kontrol ke dokter.
Terima kasih & Berkah Dalem.
Oktober 27, 2008 at 7:55 pm
[...] dimalam hari, padahal beberapa bahan postingan sudah disiapkan, seperti berita dari mas *Hari yang mengabarkan kesembuhan Stesha, akan tetapi terbengkalalai begitu saja. belom sempat di garap. Eh kemaren juga [...]