Lebih Baik Menyalakan Lilin Daripada Mengutuk Kegelapan
Itu adalah kalimat terindah yang pernah kudengar dalam hidupku. Sebuah kalimat yang kudengar terucap dalam do’a bapakku suatu ketika saat aku tengah pulang beberapa waktu lalu.
Kalimat itu juga yang sanggup memberikan penghiburan bagiku setahun lalu(sampai saat ini) setiap kali menghadapi beratnya ujian kehidupan…
Kalimat itu juga yang membuatku tetap bertahan dan mampu melanjutkan hidupku yang sempat terasa tak berarti, membuatku menerima dan memaafkan diri sendiri dan bukan terjebak dalam sesal tiada akhir dan tiada guna…
Mengutuk kegelapan (menyalahkan diri sendiri, orang lain dan keadaan) memang amat sangat mudah terlebih saat mengalami sebuah kesulitan, penderitaan, kesedihan, tapi apakah itu membawa manfaat selain bertambahnya beban yang mesti dipanggul? Bukankah akan jauh lebih berguna serta bermanfaat jika mau sedikit berusaha menemukan sebatang lilin untuk dinyalakan?
Mungkin tak akan mudah, tapi dari sebaris kalimat dalam do’a bapak yang terucap dengan tulus itu, meyakinkan saya bahwa selalu tersedia sebatang lilin yang bisa dinyalakan setiap saat manakala kegelapan menyaputi jiwa…
*sebuah perenungan sederhana mengenang kepergian Steven “Mas Bembem” Hasell setahun yang lalu*
Juli 21, 2008 at 8:27 am
jangan lupa cahaya lilin itu dibagikan untuk menerangi lilin2 yang lain..
Juli 21, 2008 at 10:35 am
sudah setahun ya Har… I don’t know what to say… tapi saya tahu kamu akan tetap kuat menghadapi semua itu.
Juli 21, 2008 at 11:03 am
tabah dan nyalakan pastikan lilin tetap nyala di hati mas dan keluarga, si kecil selalu berada di hati kita
Juli 21, 2008 at 3:53 pm
Ah mas hari …
Cerita itu belum aku baca …
hhhmmm …
ya memang betul …
Lebih baik kita melakukan apa yang bisa kita lakukan daripada menghujat sesuati yang mana kita tidak bisa berbuat apa-apa disana …
Thanks Mas
Juli 22, 2008 at 12:19 pm
kalimat yang indah,
sederhana tapi dalam
terimakasih sdh berbagi dgn kita mas
Juli 22, 2008 at 4:43 pm
whew,
bertindak atau diam saja itu pilihan,
berhasil atau tidak itu juga pilihan,
dengan definisi berhasil yang mutlak.
Juli 23, 2008 at 9:46 am
wao, dalam banget mas kata-kata bijak bapak panjenengan.
“lebih baik menyalakan lilin” … karena cahayanya akan memberi terang dan karena itu sesuatu yang tersembunyi akan terlihat, akan ada jalan.
“dari pada mengutuk kegelapan” … karena kegelapan tak akan jadi terang ketika kita kutuk malah sebaliknya diri kita juga akan jadi gelap karenanya.
tetap sehat, tetap semangat,
biar bisa makan yang enak-enak!
salam
berkah dalem
Juli 23, 2008 at 1:17 pm
kalo gue biasanya semua gue kerjain, nyari lilin iya, nyumpah2x PLN juga iya hehehe…
uda lama ga nulis2x nih mas
Juli 23, 2008 at 1:21 pm
duh sori salah baca. Juli kebaca Juni. Berarti saya nih yg jarang mampir. Sori mas
Juli 23, 2008 at 4:36 pm
huh,, saya bantu cari koreknya ya…
Juli 24, 2008 at 1:09 pm
jadilah terang dunia…
Juli 24, 2008 at 1:32 pm
# akokow : tentu saja mas, seharusnya begitu
# itikkecil : iya mbak Ira,sudah setahun ternyata, terima kasih.. sejauh ini saya merasa saya sanggup bertahan dan menjadi lebih kuat.
# Artha : terima kasih mas Artha.
# nh18 : iya pak Trainer, ini sebuah pelajara berharga buat saya (semoga juga buat yang lain).
# jingga : sama-sama.
# rlyna : betul bu, bertindak atau memilih diam terserah kita, tp itu jauh lebih baik ketimbang menghujat.
# FraterTelo : matur nuwun sanget Ter,
“Berkah Dalem”
# Tigis : hehehe, alamiah koq. tp alangkah baiknya melakukan sesuatu ketimbang menghujat
# Tigis : saya jg jarang main koq, mungkin memang saya dan mas Tigis sama-sama sibuk barangkali
# nana : hehehe terima kasih mo bantuin
# okta sihotang : tentu saja bro (biarpun hanya sekecil nyala lilin tp terang tetaplah terang, bisa membantu menghilangkan gelap).
Juli 24, 2008 at 1:42 pm
Kata-kata yang bijak banget dari seorang bapak untuk anaknya..
Terima kasih sudah berbagi..
Juli 24, 2008 at 2:39 pm
sebuah kalimat yang sangat baik utk dijadikan prinsip hidup
Juli 24, 2008 at 4:02 pm
setuju!… btw..skrg harga lilin naik gak??
Juli 24, 2008 at 4:26 pm
# puak : iya mbak bijak banget, saya belajar banyak dari kearifan bapak saya
# arifrahmanlubis : yup, saya harap berguna jg buat yg lain
* ups maaf koq bisa koment Arif ditelen akismet ya?
# kucingkeren : huahahaha…kalopun naik harganya ngga sebanyak naiknya pertamax koq
Juli 24, 2008 at 8:38 pm
helo helo,, halagh
makasih udah komen blog sayaa..
itu bayi sapa,,??
boleh diculik gakk??
Juli 25, 2008 at 8:56 am
Terkadang suatu ‘hal’ akan meninggalkan ‘hal’ lainnya…Pelajaran itu pun terkadang begitu menyedihkan ‘tuk diambil sari-nya…
Juli 25, 2008 at 3:23 pm
thx kunjungan baliknya ya mas
Juli 26, 2008 at 4:30 pm
iya juga ya…
lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan…
hmmm…bener sekali itu,,,
Juli 27, 2008 at 9:50 pm
Tetapi harus hati-hati, sebab api lilin bisa membakar semuanya!
Tetap saja jangan pasrah begitu saja.
Juli 28, 2008 at 3:42 pm
apa kabar, tetaplah menjadi lilin
Juli 28, 2008 at 5:25 pm
# nana : lah kan saya berkunjung balik, soalnya nana juga udah main ke sini.
hihihi..daripada nyulik main aja Na
# syelviapoe3 : mungkin sama halnya dengan lilin yang menyala, dirinya habis terbakar tp menimbulkan teran
# jingga : sama-sama
# jenderal : iya memang bener
# juliach : memang segala sesuatu pasti ada resikonya, tp resiko menjadi terang jelas lebih baik ketimbang mengutuk kegelapan mbak.
# IndahJuli : baik mbak, cuma lagi blank buat nulis sesuatu
Terima kasih supportnya mbak Injul.
Juli 28, 2008 at 7:46 pm
wah bijak
teramat bijak
pantas kau pun bijak sobat
Juli 29, 2008 at 4:59 pm
# achoey sang khilaf : iya memang bijak kang, tp terlalu berlebihan kalo menyebut saya bijak kang, saya hanya berusaha untuk jadi bijak.
Juli 30, 2008 at 11:15 am
be strong ya….
Juli 31, 2008 at 10:22 am
jadi ingat tadi malam dari jam 9 malam sampai jam 3 pagi listriknya dimatikan oleh PLN..
Juli 31, 2008 at 4:16 pm
# mercuryfalling : makasih mak.
# fetro : hehehe
Agustus 1, 2008 at 4:43 pm
Artikel yang Ringan Tapi Inspired, teringat sebuah program mulia dari anak2 ITB asal Samosir – Sumatera Utara “Nyalakan Lilin Di Samosir”
Agustus 1, 2008 at 5:39 pm
# Michael Sitohang : syukurlah kalo coretan alakadarnya ini berguna
thank udah mampir bro
Agustus 23, 2008 at 10:52 am
wah kata kata yg bagus dan dalam. “Lebih baik menyalahkan lilin..ucapan yg bagus sekali, sy juga merasa kita harus begitu : t’s better to accept your’re nothing then start from there, daripada mersa gede padahal cemen
Agustus 23, 2008 at 11:44 am
# uwiuw : betul bro, lebih baik menerima kenyataan dan memulai lagi dari sana daripada sibuk mencari-cari kesalahan dan malah tidak berbuat apa-apa
Agustus 23, 2008 at 10:51 pm
in a nut shell… better do something, than do nothing but regret it for the rest of our lives.. begitu ya Mas?