Arsip

Arsip untuk Juli, 2008

Selamat Datang bro..

Juli 31, 2008 *hari 16 komentar

Entah terinsiprasi dari mana (mudah-mudahan dari saya ), kemarin siang teman saya kepengen dibikinin blog.

Meski belum di isi apa-apa blog itu, tapi suer ini sebuah surprise buat saya (apalagi setelah hampir seminggu sejak saya pulang kampung kemarin, ternyata saya belum juga memposting apapun, jadi lumayanlah ada sedikit bahan untuk diposting lagi ).

Lagipula seneng rasanya bisa membagi sedikit yang saya ketahui tentang ngeblog d WP ini ke temen.

Semoga saja, temen saya yang satu ini ngga seperti temen-temen saya yang lain yang cuma di awal-awal saja semangat kepengin ngeblog tapi setelah satu postingan trus menghilang .

Selamat datang di blogosphere bro…

*mudah-mudahan juga kalo dikasih ucapan selamat datang begini trus jadi lebih semangat ngeblog ya

Categories: Celoteh, My Life, Ngeblog

Lebih Baik Menyalakan Lilin Daripada Mengutuk Kegelapan

Juli 20, 2008 *hari 33 komentar

Lebih Baik Menyalakan Lilin Daripada Mengutuk Kegelapan

Itu adalah kalimat terindah yang pernah kudengar dalam hidupku. Sebuah kalimat yang kudengar terucap dalam do’a bapakku suatu ketika saat aku tengah pulang beberapa waktu lalu.

Kalimat itu juga yang sanggup memberikan penghiburan bagiku setahun lalu(sampai saat ini) setiap kali menghadapi beratnya ujian kehidupan…

Kalimat itu juga yang membuatku tetap bertahan dan mampu melanjutkan hidupku yang sempat terasa tak berarti, membuatku menerima dan memaafkan diri sendiri dan bukan terjebak dalam sesal tiada akhir dan tiada guna…

Mengutuk kegelapan (menyalahkan diri sendiri, orang lain dan keadaan) memang amat sangat mudah terlebih saat mengalami sebuah kesulitan, penderitaan, kesedihan, tapi apakah itu membawa manfaat selain bertambahnya beban yang mesti dipanggul? Bukankah akan jauh lebih berguna serta bermanfaat jika mau sedikit berusaha menemukan sebatang lilin untuk dinyalakan?

Mungkin tak akan mudah, tapi dari sebaris kalimat dalam do’a bapak yang terucap dengan tulus itu, meyakinkan saya bahwa selalu tersedia sebatang lilin yang bisa dinyalakan setiap saat manakala kegelapan menyaputi jiwa…

*sebuah perenungan sederhana mengenang kepergian Steven “Mas Bembem” Hasell setahun yang lalu*

Categories: Celoteh, My Life

Hari ini Setahun Yang Lalu..

Juli 19, 2008 *hari 13 komentar

Hari ini setahun yang lalu…

Saya dan mamanya Stesha duduk diam di ruang tunggu ICU sebuah rumah sakit di RawaLumbu Bekasi. Steven putra pertama kami tergolek tak berdaya di ruang ICU…

Jam 6 pagi, suster memanggil kami, sepertinya ada berita buruk yg hendak disampaikan..

Ternyata benar.. Katanya beberapa menit yang lalu, denyut jantung Jagoan kami itu menghilang. Beberapa cara telah dilakukan, tak banyak membantu..

Berikutnya, secara medis dokter memutuskan "Steven telah dipanggil Sang Pencipta."

….

Duka dan Air mata dan setumpuk penyesalan berbaur…

"Saya gagal menjadi Papa.." "Kami gagal menjadi orang tua."

….

Tapi kenapa tak nampak duka di wajah Jagoan saya yang terbaring kaku itu? Hanya wajah damai layaknya tidur pulas, tidur panjang di kedamaian surga….

Tak layak jika kepergiannya ditangisi, dia sudah pergi dalam damai Tuhan…

Selamat Jalan Stevenku..pergilah dengan tenang anakku, papa & mama selalu akan mencintaimu..

***sebuah kenangan: Steven Hasell 17 Januari 2006 – 19 juli 2007***

IMG_1496steven 672

steven 781steven 782

Categories: Celoteh, My Life Tag:

Pulang Kampung Ke Klaten

Juli 16, 2008 *hari 14 komentar

Saat postingan ini muncul di blog saya, pasti saya sekeluarga sedang dalam perjalanan mudik ke Klaten (terima kasih untuk fitur posting terjadwal di WP ).

Beruntung libur sekolah sudah kelar hari minggu kemarin, sehingga kalau kami menggunakan transportasi darat (bus, travel atau kereta bisa dipastikan ngga akan penuh berdesakan) atapun jika menggunakan pesawat, harga tiketnya mungkin ngga akan terlampau mahal.

Dan akhirnya saya memilih opsi ke-3, menggunakan pesawat . Untunglah bisa dibarengin dengan jadwal saya ke customer di Yogya, sehingga tiket pesawat saya dibayarin kantor dan saya tinggal membayar harga tiket untuk ibu mertua dan Stesha saja.

*ternyata ini kali pertama mertua saya (dan Stesha tentunya) naik pesawat terbang lho. Semoga perjalanannya menyenangkan .

Lho mamanya Stesha ngga ikut?

Sayang karena cuti yang didapat hari Jumat ini, terpaksa ngga bisa bareng pulang sama-sama… (sebetulnya ini alasan utama saya beliin mamanya Stesha hp murah meriah itu, biar nanti bisa ngabari untuk dijemput saat dia sampe di Klaten nanti).

note: sampai jumpa minggu depan, karena mungkin akan sedikit susah ketemu koneksi internet saat saya dirumah nanti… :(

Categories: Celoteh, My Life

Henpon Murah Meriah

Juli 15, 2008 *hari 20 komentar

hpmurahSebetulnya sudah cukup lama mamanya Stesha kepengin di beliin hp. Ngga usah yang mahal, asal bisa nelpon dan SMS juga udah cukup. Tapi karena ada saja kebutuhan, terpaksa keinginan itu mesti tertunda. (Menyedihkan sekali ya, bahkan hp paket murah meriah dua ratusan ribu saja nyaris tidak terbeli , tapi ya mo gimana, susu toh lebih penting ketimbang henpon ).

Beruntunglah, kemarin keinginan itu bisa terlaksana, saya dapet sedikit rejeki so akhirnya siang kemarin saya bisa (dengan pede) dateng ke counter Mobile-8. Tadinya saya berniat membeli hp seperti kata mas Dewo, e ternyata yang saya dapet malah paket henpon yang lebih murah lagi ZTE C169 seharga Rp 168rb.

Persis seperti yang diinginkan, fitur standar hanya untuk nelpon dan SMS saja dan yang penting: Murah , meski sepintas keypad terasa agak keras dan sepertinya agak kurang nyaman untuk ngetik SMS, tapi ya seperti umumnya henpon CDMA mending nelpon ketimang ribet ngetik SMS toh? Lagipula saya juga sudah pake fren sejak lama, jadi jika mamanya Stesha mo nelpon saya pasti jadi murah dan ngga usah ribet berSMS .

Eh, ternyata meski dibundel bersama Fren tapi bisa diganti pake kartu CDMA lain lho .

Categories: Celoteh, My Life

Bingung?

Juli 14, 2008 *hari 11 komentar

Sejak beberapa bulan lalu, kantor saya nambah cukup banyak personil baru. Salah satunya punya nama mirip dengan saya, Ari.

Menurut saya jelas banget bedanya, saya Hari (H-A-R-I), sedang teman saya bernama Ari (A-R-I tanpa H). Hanya saja, yang membuat saya heran, ada beberapa orang (lebih dari dua orang) yang sepertinya kesulitan membedakan nama saya dengan nama teman saya itu, sehingga ngga sekali dua kali terjadi kesalahan terutama jika lewat telepon internal antar lantai, yang dicari Ari sedangkan yang disebut Hari atau sebaliknya.

Koq bisa ya? Apa memang terlalu susah membedakan Hari dengan Ari?

Categories: Celoteh, My Life