IMG_1006 Sabtu siang kemarin saat saya trial di costumer, lagi-lagi saya mendapat souvenir. Kali ini sebuah pulpen 2in1 karena sekaligus pensil mekanik.

Kebetulan di dalam tas si boss customer itu masih tersisa oleh-oleh beberapa buah pulpen yang dibelinya saat dia pergi ke Jepang beberapa bulan yang lalu.

"Ri ini ada pulpen buat kamu."

"Tapi maaf ya, mungkin karena terlalu lama berada di tas, sepertinya pulpen itu kering tintanya, tidak bisa dipakai lagi untuk menulis."

"Ini pulpen belinya di Jepang lho, sayang kan kalo di buang, mending kamu beliin isi pulpennya saja di toko buku, kalo engga pensilnya kan tetep bisa dipakai" itu katanya saat memberikan pulpen (yang masih terbungkus plastik) itu.

Agak heran juga saya, koq bisa ya pulpen tintanya kering karena kelamaan ngga dipakai? bukannya pulpen yang dijual di toko buku juga bisa berbulan-bulan ngga dipakai, tapi ngga sampai kering begitu?

Yowislah, wong udah dikasih masa ngga diterima, setidaknya pensilnya masih bisa dipakai, Lagipula ini kan pulpen dari Jepang .

Esok paginya sehabis beres-beres isi tas, saya yang penasaran dengan pulpen Jepang tapi macet itu, mencoba mencorat-coret di kertas dengan pulpen itu. Masih tidak bisa keluar tintanya…

Tiba-tiba saja saya koq jadi teringat, dulu saat masih sekolah, pulpen dengan tinta masih penuh tapi macet sering sekali saya temui, dan saya dikasih tahu my big brother, "kalo pulpen tintanya macet, coba dipanasi ujungnya dengan korek api."

Dulu trick itu selalu manjur.

Kenapa ngga dicoba? Kemudian saya coba memanaskan ujung pulpen itu dengan korek gas selama beberapa saat, sambil dicoba mencorat-coretkanya dikertas.

Dan ternyata trick itu masih manjur… sekarang pulpen itu bisa dipakai deh..

Eia, ini pulpen dari Jepang lho..ada pensilnya juga lho…