Automatic_Gasoline_Nozzle3 minggu terakhir ini saya belanja cukup mewah untuk bahan bakar motor Vega saya. Bukan untuk gaya-gayaan tapi semata-mata hanya karena saya penasaran melihat pom bensin berwarna kuning merah dengan logo kerang yang jumlahnya semakin banyak saja di Jakarta.

Kebetulan sudah dua kali hari sabtu ini saya ada urusan di Jakarta dan sengaja saya masuk ke pom bensin Shell di daerah Cakung. Awalnya cukup kaget juga karena harganya lumayan mahal hampir dua kali lipat harga premium. Maklum saja saya belum pernah menggunakan bensin Pertamax (bahkan tau harganyapun tidak ), bensin keluaran Pertamina yang katanya sekelas dengan bensin yang dijual Shell.

Tapi demi rasa penasaran itu ngga apalah saya mengeluarkan rupiah lebih untuk itu. Oia kesan pertama saat masuk ke pom bensin Shell adalah suasananya yang bersih dan lengang, bangunannyapun cukup mewah. Dan saya langsung diarahkan ke pompa yang diperuntukkan untuk sepeda motor. Dan selanjutnya sapaan dan senyum manis petugasnya (cewek) segera menyambut saya, dan menanyakan bensin jenis apa yang saya inginkan, dia jua menjelaskan jenis bensin yang tersedia berikut harganya, akhirnya saya pilih bensin Shell Super seharga Rp 7300 /liter.

Setelah mengisi bensin kurang lebih seharga Rp 28.000 (sekitar 3,8 liter) dan menyerahkan bon bensinnya, si mbak kemudian menunjukkan tempat untuk mengisi angin gratis. Secara umum saya puas dengan pelayanannya.

Pengaruhnya ke motor, tarikan gasnya jadi lebih enteng berasa enak di kendarai. Sepanjang minggu saya jadi ingin bepergian naik motor melulu .

Minggu berikutnya giliran pom bensin berwarna hijau yang saya kunjungi, secara umumnya suasananya hampir sama dengan pom kuning merah Shell, bersih tapi lengang. Yang menyambut dan melayani pengisian juga sama, seorang cewek manis , sayang kelihatannya dia belum profesional. Akibatnya tangki Vega saya terlalu penuh diisi dan sebagian bensin mahal itu ( Primax 92 seharga Rp 7500) terbuang sia-sia . Mungkin kesalahan saya juga yang hanya meminta diisi full tanpa menyebut berapa liter atau berapa rupiah. Hebatnya lagi dia meminta harga yang saya bayarkan di bulatkan ke atas dari Rp 27.865 menjadi Rp 28.000 .

Di pom bensin itu tersedia angin gratis juga tapi self service, ’kesialan’ saya rupanya masih harus berlanjut, karena performa motor saya menjadi sedikit berat dan terasa bergetar saat menarik gas.

(Sepertinya ini menjadi yang pertama dan sekaligus terakhir menggunakan bensin buatan Malingsial Petronas itu.)

Minggu ini, saya memutuskan untuk mengganti bensin motor saya dengan bensin buatan Indonesia, Pertamax . Pom bensinnya ngga perlu dikomentari deh sudah pada tau. Harga bensinnya Rp 7.500 (rada kaget juga sebetulnya saya pikir bensin lokal harganya juga lokal ). Sepintas sih motor terasa lebih enak di banding saat di isi Primax 92nya Petronas (dan mudah-mudahan memang bener begitu), lagipula bensin lokal gini gampang di dapetin dimana saja.

Kata beberapa orang temen, bensin beroktan tinggi lebih irit. Sayangnya saya lupa untuk menghitung kilometer masing-masing.

Tapi, ngga usah kuatir karena bulan ini tabloid Motor Plus menurunkan artikel komparasi ketiga bensin tersebut di atas.