Pagi kemarin saat menikmati udara dingin sehabis ujan kubuka koleksi file MP3 bajakan jaman dulu, ada sebuah lagu yang membuka kenangan saat-saat pertama kali menjalani hidup sebagai perantauan.

…##…

Pulang

# Dik Doank

Kenangan terentang bagai lukisan terpanjang,

Tak pernah bertepi selalu ada dan menggoda,

Bagai terurai di relung hati,

Dan takkan kutahan sekarang aku harus pulang,

Aku rindu ibu, wibawa ayah dan suasana yang ada.

Yang pernah singgah…

Reff:

Terbayang-bayang perhatikan kamarku,

mulai dari sepatu bola bututku,

gambar mantan pacar yang tak jemu-jemu

memandang kosong ruangan yang dulu

pernah bercerita cinta yang membara,

Seru-serunya..

kita lupa kita buta, kita hampir saja…

Kalo kamu ingin niat pulang kamu harus membawa banyak uang

Biar ayah senang ibu bayar utang mertua datang segera meminang

Kalo ingin ikut denganku kamu harus mandi terlebih dahulu

Biar badan kamu tak menjadi bau dan aku tak malu dengan teman lamaku..

….###…

Sebetulnya lagu ini biasa saja, tapi entah kenapa setiap kali mendengar liriknya di bait 1 dan 2, spontan saja ada perasaan aneh yang begitu menyentuh (terkadang sampai membuat air mataku meleleh).

Kurasa tepat sekali kalimat dalam bait 1 & 2 itu mengungkapkan kerinduan hatiku akan kampung halaman, orang tua dan segala suasananya…

*dan biasanya aku selalu menjadi ingin pulang…