Arsip

Arsip untuk Februari, 2008

Hujan-Hujanan dari Yogya

Februari 26, 2008 *hari 22 komentar

Seharian tadi saya ada acara training customer di bilangan jalan Magelang Yogyakarta. Rencananya sehabis training itu, saya muter-muter dengan sepeda motor di kota Yogya.

Tapi sayang banget, sekali lagi cuaca sungguh tidak bersahabat, sejak siang hujan turun cukup deras plus suara petir berkali-kali terdengar keras. Dan sampai sore, tak juga kunjung reda terpaksalah acara muter-muter dibatalkan . Beruntung, adik saya, Heri tidak terlambat menjemput meski dengan berbasah-basah . Nekad juga dia berhujan-hujanan sejak dari Prambanan tanpa mengenakan jas hujan.

Selanjutnya kami memilih pulang ke Klaten menerobos hujan. Sepanjang perjalanan hujan masih saja turun, semakin deras malah (tapi santai saja saya sudah siap dengan jas hujan yang saya bela-belain dibawa dari Bekasi , begitupun adik saya akhirnya mengenakan jas hujan juga). Dan saya perhatikan banyak juga pengendara motor yang searah dengan kami. Tapi yang membuat saya heran dari sekian banyak pengendara motor itu (termasuk adik saya juga) kebanyakan mengenakan jas hujan Batman yang melambai-lambai itu. Padahal sekarang kan udah banyak jas hujan dengan model jaket dan celana yang jelas lebih nyaman. Ah tapi mungkin itu lebih ekonomis .

Dan anehnya lagi, sepanjang jalan itu sedikit sekali mobil yang melintasi jalanan, kebanyakan hanya pengendara motor (ah memang naik motor selalu lebih asyik , kalo ujan jadi bisa sedikit mainan air kalo mobil kan ngga bisa basah-basahan -ngga seru kan?- lagipula wong saya ngga punya mobil koq .)

Sesampai di rumah, langsung bergaya dengan jas hujan basah -saya dengan jas hujan model jaket dan celana sedangkan Heri dengan jas hujan Batman . halah!!!!

IMG_0840IMG_0841

Categories: Celoteh, My Life

Pagi Hari di Rumah…

Februari 26, 2008 *hari 6 komentar

( lagi-lagi postingan dengan banyak foto :D )

Bangun pagi di rumah rasanya beda banget-banget dengan bangun pagi di Bekasi. ( o iya, rumah saya bukan di Yogya lho, tapi di Klaten, kota kecil di timur Yogya.)

Udara yang dingin tapi segar (walaupun lokasinya hanya radius 1.5 km dari pusat kota Klaten) mungkin karena ini di kota kecil, jadi udaranya masih relatif bersih dari polusi. Read more…

Categories: Celoteh, My Life

Di Rumah

Februari 25, 2008 *hari 9 komentar

Warning: Postingan alakadarnya tapi banyak gambar, maaf kalo memakan banyak benwit anda :D

Yogya cuma saya lewati saja tadi pagi. Memang saya ada rencana untuk main ke Yogya hari ini, tapi karena cuaca sedikit kurang bersahabat dan badan saya juga masih teramat pegal kecapean setelah semalaman duduk di mobil travel, akhirnya begitu tiba di rumah rencana itu saya urungkan. lagipula rencana tugas saya di Yogya juga masih besok koq. Read more…

Categories: Celoteh, My Life

Yogyakarta..

Februari 23, 2008 *hari 17 komentar

"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu…

Masih seperti dulu..

Tiap sudut menyapaku bersahabat

Penuh selaksa makna…"

Yogyakarta, KLa Project

Masih ingat lagu itu? Lagu KLa Project yang beberapa tahun lalu sangat populer itu. Sampai sekarang lagu itu masih saja enak didengarkan lagi. Dan entah kenapa setiap kali mendengarkan lagu itu, liriknya, ketukan drumnya yang khas, saya selalu merasa rumah saya sudah sangat dekat jaraknya.

Nuansa lagu itu memang bener-bener ’nJogyani’, bener-bener membuat saya merasa saya sudah sampai di Yogya dan rumah saya tinggal 30menit lagi. Ini karena dulu saya sering naik kereta api setiap kali pulang, dan 30 menit itu adalah lama perjalanan kereta dari stasiun Lempuyangan ke stasiun Klaten.

Minggu depan saya ada tugas ke Yogya dan sudah pasti itu adalah kesempatan saya untuk sekaligus pulang menengok bapak saya. Tapi karena masih besok sore berangkatnya, sekarang ini saya muter lagu itu dan menikmati perasaan ’Saya tiba di rumah 30 menit lagi’.

Categories: Celoteh, My Life

Pentingnya Sebuah Harga Diri…

Februari 23, 2008 *hari 8 komentar

Beberapa hari kemarin, pak X tetangga sebelah rumah saya marah besar dikarenakan anak bungsunya berantem, atau lebih tepatnya dipukuli teman-temannya.

Si pak X ini jelas tidak rela anaknya diperlakukan seperti itu, terdengar dari volume suaranya yang begitu keras memecahkan keheningan sore itu. Dia benar-benar merasa harga dirinya terinjak-injak, dan sepertinya jika tidak ditahan oleh istrinya dia pasti akan melabrak rumah anak-anak nakal yang mengeroyok anaknya dan memberi pelajaran pada anak sekaligus ortunya.

Saya benar-benar kaget, sampai segitu marah si pak X ini, karena menurut saya sangat-sangat wajar namanya anak-anak kadang bertengkar dengan temannya, tapi toh biasanya kelar berantem juga bakalan maen bareng lagi, jadi menurut saya sangat tidak pada tempatnya jika orang tua sampai ikut campur.

….

Beberapa minggu sebelumnya saya sempat ngobrol dengan pak X, dia bercerita bahwa dia punya saudara yang tinggal tidak jauh dari rumah kontrakan kami, tapi dia tidak sudi lagi berkunjung ke saudaranya itu. Masalahnya -menurut saya- sebetulnya sepele, hanya karena pak X tanpa sengaja mendengar istri saudaranya itu meminta suaminya untuk mengumpulkan pakaian yang sudah terpakai untuk diberikan ke pak X agar bisa dipakai untuk kerja.

O iya, si pak X ini profesinya penarik becak. Jadi saya pikir tidak salah bukan, jika istri saudaranya itu yang mungkin secara ekonomi lebih mapan ingin berbaik hati memberikan pakaian yang sudah tidak terpakai oleh suaminya agar bisa dimanfaatkan pak X saat bekerja. Tapi sayang niat baik itu ditanggapi negatif, bahkan dipandang sebagai sebuah penghinaan, harga dirinya sebagai orang miskin terinjak-injak .

…..

Duh mungkin bener kali ya, jika harta benda tak dipunyai, maka satu-satunya yang berharga adalah harga diri. Sayangnya koq hanya demi sebuah harga diri orang rela berbuat kriminal (membunuh dll), buktinya? lihat saja di tayangan berita kriminal di hampir semua stasiun tv swasta.

Categories: Celoteh, My Life

Salah Lubangnya Mas!!! :D

Februari 16, 2008 *hari 64 komentar

ATMSore tadi saya ke pergi ke ATM. Biasanya ATM di belakang terminal Bekasi itu sepi, tapi tadi ada beberapa orang yang ngantri. Dan saya mengantri di belakang seorang cowok berpakaian rapi dengan celana jeans dan bersepatu kulit, menurut ukuran saya cukup kerenlah.

Ngga ada yang aneh semua biasa-biasa saja sampai saat cowok yang ngantri di depan saya itu masuk. Cukup lama dia di dalam ruang ATM, dari luar terlihat dia sambil menelepon. Pokoknya sibuk, tapi tidak terlihat ada aktifitas melakukan transaksi (mencet-mencet tombol dll) di mesin itu.

Setelah beberapa menit berlalu, dia membuka pintu, dan memanggil saya meminta tolong. Kelihatannya ada sedikit masalah, yang langsung terlintas di benak saya adalah mesin ATMnya kehabisan uang.

Tapi ternyata ada sesuatu yang ’ajaib’ yang baru kali ini saya lihat,

“Sebuah kartu ATM nyelip dengan manisnya di lubang BON (lubang keluar nota), bukan di lubang yang seharusnya buat kartu ATM”

Pantesan aja lama banget dia di dalam.. (sebetulnya saya ingin ngakak tapi terpaksa saya tahan lagipula ngga tega saya ngelihat tampangnya yang kebingungan itu).

Untung saja ngga beberapa lama kartu ATM yang salah lubang itu berhasil dikeluarkan dengan dicongkel menggunakan kunci kontak motor.

Berikutnya cowok itu masih lumayan lama di dalem, (padahal kartu ATMnya udah ngga salah lubang lagi lho..). Capek juga saya nungguinnya, dan begitu keluar dia nyamperin saya dan terjadilah dialog seperti ini:

mas x: “Koq saya ngga bisa narik ya?”

saya : “Kenapa?”

mas x: “Begini, saya mo ngambil Rp 450 ribu, tapi dari tadi ngga bisa-bisa.”

Saya langsung melongok ke mesin ATM dan di situ tertulis gede,

“ATM ini menggunakan pecahan Rp 100.000″.

…………

…………

Sepanjang perjalanan pulang saya ketawa ngakak, “Koq ada ya, yang begini?…”

suer ini kisah nyata terjadi sore tadi

Categories: Celoteh, My Life